Imunogard Kids, Jaga Daya Tahan Tubuh Anak Selama Masa Pemulihan

Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menjaga tubuh agar terlindungi dari berbagai penyebab penyakit sehingga tubuh tetap sehat dan kuat. Namun ada beberapa waktu dimana sistem imun melemah dan menyerang benteng pertahanan. Hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah, terutama pada anak-anak.

Sistem imun pada anak-anak belum sekuat orang dewasa, sehingga infeksi virus atau bakteri bisa menyebabkan kekambuhan. Agar daya tahan tubuh si kecil tetap terjaga, Anda bisa memberikannya Imunogard Kids. 

Apa perbedaan Imunogard Kids dengan suplemen imun lain?

Imunogard Kids merupakan salah satu merek suplemen yang diproduksi oleh Puspa Pharma atau PT. Jamu Puspo Internusa. Puspa Pharma adalah salah satu perusahaan medis di Indonesia yang memproduksi dan memasarkan obat atau suplemen berbahan herbal, termasuk Imunogard Kids. 

Imunogard Kids terbuat dari tanaman herbal yang telah teruji secara klinis dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunomodulator). Jika suplemen imun lain bisa dikonsumsi dalam kondisi sehat, sakit, atau pasca sakit, Imunogard Kids diindikasikan untuk memperbaiki dan meningkatkan kekebalan tubuh pada anak yang sedang sakit, terutama yang sering mengalami kekambuhan. 

Kandungan dalam obat

Imunogard Kids berbentuk sirup dengan rasa buah yang disukai anak. Imunogard Kids terbuat dari tanaman herbal yang memiliki kemampuan dalam membantu meningkatkan kekebalan tubuh (imunomodulator), seperti

  • Ekstrak tanaman coneflower (Echinacea extract) 250 mg
  • Ekstrak buah elderberry hitam (Black Elderberry extract) 250 mg
  • Ekstrak meniran hijau (Phyllanthus niruri extract) 25 mg

Selain itu juga diperkaya vitamin C, selenium, dan zinc picolinate. Vitamin C memiliki sifat antioksidan kuat untuk melindungi tubuh dari penyakit sekaligus mempercepat pemulihan. Sedangkan zinc picolinate merupakan mineral penting dan diklaim sebagai salah satu bentuk zinc terbaik karena lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dengan bentuk lainnya. 

Siapa saja yang bisa mengonsumsi Imunogard Kids?

Imunogard Kids diindikasikan sebagai terapi suportif untuk memperkuat sistem imun anak dengan kondisi infeksi akut atau kronis, atau yang sering mengalami kekambuhan terutama pada saluran napas. Pasien infeksi genital seperti kandidiasi dan vaginitis juga bisa menggunakan obat ini. 

Imunogard Kids aman diberikan pada anak berusia 2 tahun hingga di atas 12 tahun dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak usia 2 hingga 6 tahun: 1/2 sendok takar (2,5 ml) sebanyak 1-2 kali sehari, setelah makan
  • Anak usia 6 hingga 12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 1-2 kali sehari, setelah makan
  • Anak di atas usia 12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 2-3 kali sehari, setelah makan

Efek samping yang harus diwaspadai

Imunogard Kids umumnya aman dikonsumsi selama sesuai dengan dosis dan anjuran pemakaian. Namun pada beberapa anak mungkin mengalami efek samping berikut setelah mengonsumsi Imunogard Kids:

  • Mual dan/atau muntah
  • Sakit perut atau kram perut
  • Diare
  • Terdapat rasa logam di mulut
  • Tanda-tanda reaksi alergi seperti sulit bernapas, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Efek samping di atas bersifat ringan dan akan hilang jika penggunaan dihentikan. Namun jika muncul efek samping yang lebih serius seperti muntah atau diare parah, kebingungan, dan kelemahan maka segera hentikan penggunaan dan hubungi dokter. 

Imunogard Kids terbuat dari bahan herbal dengan dosis yang telah disesuaikan sehingga aman dikonsumsi oleh anak-anak. Namun, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum Anda memberikan obat ini kepada si kecil, terutama jika anak Anda menderita penyakit autoimun, mengonsumsi obat antikoagulan dan menerima perawatan lainnya, atau hendak menjalani operasi dalam waktu dekat.

Dosis dan Cara Pemberian Ferlin Sirup kepada Anak-Anak

Ferlin sirup merupakan suplemen multivitamin bersertifikat halal yang mengandung zat besi, asam folat, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12. Ferlin sirup sering diresepkan dokter untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan vitamin B pada proses pertumbuhan si kecil. 

Zat besi adalah nutrisi penting yang terlibat dalam beberapa aspek kesehatan, seperti memproduksi hemoglobin untuk membentuk sel darah merah, dan mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa zat besi yang cukup, perkembangan otot, jaringan, dan sel akan terhambat.

Manfaat zat besi dalam tubuh

Fungsi utama zat besi adalah membentuk hemoglobin, protein sel darah merah yang bertujuan untuk mengangkut oksigen dalam darah dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Peran penting lain dari zat besi meliputi:

  1. Mencegah dan mengobati anemia

Ketika tubuh kekurangan hemoglobin akan menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Anemia jenis ini termasuk salah satu kekurangan nutrisi paling umum di dunia. Gejala anemia meliputi kelelahan, pusing, sesak napas, dan lemah. 

  1. Mengurangi kelelahan

Zat besi dapat berfungsi sebagai sumber energi dan membantu mengatasi kelelahan, bahkan pada orang yang tidak menderita anemia. Anak-anak membutuhkan pasokan energi agar bisa bermain dan beraktivitas untuk mendukung eksplorasi dunianya.

  1. Meningkatkan kekebalan tubuh

Zat besi berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan. Zat besi dapat melindungi si kecil dari mikroorganisme penyebab penyakit sehingga ia bisa terus bermain dengan ceria.

  1. Meningkatkan konsentrasi

Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan zat besi dapat menurunkan konsentrasi. Menjaga kadar zat besi dalam batas normal akan mendukung pembelajaran sang buah hati.

Banyak anak mengalami defisiensi zat besi

Ketika lahir, bayi memiliki simpanan zat besi di dalam tubuhnya. Seiring bertambahnya usia dibutuhkan asupan zat besi tambahan untuk mendukung proses tumbuh kembang si kecil. 

Bayi berusia 7-12 bulan membutuhkan 11 mg zat besi per hari, sementara anak berusia 1-3 tahun 7 mg/hari. Anak di atas 4 tahun membutuhkan 10 mg zat besi per hari, dan 9-13 tahun 8 mg/hari. 

Sayangnya ada banyak anak yang tidak memenuhi angka rekomendasi tersebut. Biasanya mereka memiliki kondisi antara lain:

  • Bayi lahir prematur atau berat lahir rendah
  • Bayi yang meminum susu sapi atau kambing sebelum usia 1 tahun
  • Bayi tidak menerima makanan pendamping yang mengandung zat besi setelah usia 6 bulan
  • Bayi yang minum susu formula non-fortifikasi zat besi
  • Anak usia 1-5 tahun yang minum lebih dari 710 ml susu sapi, susu kambing, atau susu kedelai sehari
  • Anak memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti infeksi kronis atau pola makan yang dibatasi
  • Anak terpapar timah hitam
  • Anak dengan gizi buruk
  • Anak kelebihan berat badan atau obesitas

Bagi anak-anak dengan kondisi di atas, disamping mengubah pola makan lebih kaya zat besi, Anda juga bisa memberikan Ferlin sirup setiap hari. 

Dosis dan cara penggunaan

Ferlin sirup dapat dibeli dengan bebas di apotek dan baik digunakan untuk anak berusia 2 tahun. Konsumsi suplemen cair ini sebelum makan. 

Adapun dosis penggunaannya yaitu:

  • Anak usia 2 hingga 6 tahun: ½ sendok takar per hari
  • Anak usia 7 hingga 12 tahun: 1 sendok takar per hari
  • Anak diatas 12 tahun: 2 sendok takar per hari

Ferlin sirup mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B yang berfungsi memenuhi kebutuhan zat besi dan vitamin B harian si kecil. Konsultasikan penggunaan jika anak Anda memiliki kondisi khusus, terutama sedang dalam perawatan obat atau terapi.