Obat Neuralgin untuk Apa? Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Neuralgin obat untuk apa? Obat ini secara umum berperan sebagai pereda nyeri untuk berbagai kondisi.

Obat Neuralgin beredar dengan merek Neuralgin RX Kaplet yang secara khusus dapat mengatasi rasa nyeri ringan hingga berat, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, dan nyeri sesudah operasi.

Obat ini mengandung zat aktif metampiron, vitamin B1 (tiamin), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B12 (cyanocobalamin), dan kafein.

Obat Neuralgin termasuk obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. 

Manfaat dan cara kerja

Neuralgin RX kaplet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi rasa nyeri ringan hingga berat, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, dan nyeri sesudah operasi.

Obat ini mengandung zat aktif metampiron, vitamin B1 (tiamin), vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B12 (cyanocobalamin), dan kafein.

Berikut sejumlah manfaat obat Neuralgin:

  • Meringankan nyeri ringan sampai dengan berat
  • Mengatasi sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri haid
  • Meringankan gejala peradangan pada sendi (osteoarthritis)
  • Meredakan gejala peradangan sendi akibat kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis)
  • Meringankan nyeri karena kanker
  • Meringankan nyeri setelah menjalani operasi
  • Mengatasi nyeri akibat peradangan pada saraf (neuritis)
  • Mengatasi nyeri akibat gangguan saraf (neuralgia)

Komposisi obat

  • Metampiron 500 mg – Berfungsi sebagai anti-peradangan (antiinflamasi) dan antinyeri (analgesik)
  • Tiamin 50 mg – Membantu sel-sel dalam tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi
  • Pyridoxine 10 mg – Membantu reaksi kimia dalam sistem imun, membantu imun bekerja lebih baik.
  • Cyanocobalamin 10 mcg – Nutrisi yang membantu menjaga kesehatan darah dan sel saraf tubuh, juga membantu membuat DNA.
  • Kafein 50 mg – Merangsang sistem saraf pusat (SSP), jantung, dan otot yang mengontrol tekanan darah

Dosis obat

  • Dewasa: 1-2 kaplet sebanyak 3-4 kali/hari
  • Anak-anak: ½-1 kaplet sebanyak 3-4 kali/hari

Efek samping

  • Gangguan pada saluran pencernaan, seperti mual atau muntah
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan kardiovaskuler, yaitu pada jantung dan pembuluh darah
  • Gangguan pembekuan darah
  • Reaksi alergi

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari (ulkus peptikum)
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini
  • Pasien yang mengalami penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme), peradangan pada rongga hidung yang disebabkan reaksi alergi (rhinitis alergi), dan biduran (urtikaria) yang disebabkan penggunaan asam asetilsalisilat
  • Anak-anak berusia 14 tahun ke bawah
  • Pasien penderita kegagalan sumsum tulang dalam membentuk granulosit (agranulositosis)
  • Pasien yang memiliki jumlah sel darah putih di bawah batas normal (leukopenia)

Interaksi obat

  • Fenotiazin dan klorpromazin

Penggunaan bersama metampiron meningkatkan risiko penurunan suhu tubuh secara drastis (hipotermia).

  • Obat metotreksat

Penggunaan bersama metampiron meningkatkan efek keracunan darah (hematotoksisitas).

  • Obat antidiabetik oral, sulfonamid, dan fenitoin

Penggunaan bersama metampiron dapat meningkatkan efek obat-obatan di atas.

  • Bupropion dan siklosporin

Penggunaan obat di atas bersama metampiron mengurangi kadar obat-obatan di atas.

  • Obat antidepresan trisiklik, kontrasepsi oral, penghambat monoamine oxidase (MAOI), dan allopurinol

Penggunaan bersama metampiron meningkatkan efek keracunan (toksisitas) obat-obat tersebut.

  • Barbiturat, glutetimid, dan fenilbutazon

Penggunaan bersama metampiron dapat menurunkan efektivitas obat-obatan di atas.

  • Obat antikoagulan

Penggunaan bersama metampiron meningkatkan risiko terjadinya penurunan kadar trombosit hingga di bawah nilai normal (trombositopenia).

Demikian sejumlah manfaat dan keterangan lebih lanjut mengenai obat neuralgin. Sebaiknya konsumsi obat ini sesuai dengan petunjuk dokter ya. 

Efek Samping Obat Cataflam Yang Perlu Diperhatikan

Ketika mengalami rasa nyeri dipersendian atau bagian tubuh lainnya, rasanya ingin segera menghilangkan rasa tidak nyaman tersebut. Terlebih, apabila rasa nyeri bisa berlangsung sangat lama dan sampai menghambat aktivitas. Salah satu obat pereda nyeri yang paling sering digunakan adalah obat cataflam. Obat ini sudah lama dikenal sebagai obat pereda segala nyeri.

Obat cataflam tergolong sebagai obat NSAID (Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs) atau obat peradangan nyeri non stereoid dan cukup mudah ditemukan diberbagai apotek di Indonesia. Kegunaan obat ini pun beragam, secara garis besar obat cataflam dapat menghilangkan sakit, nyeri, dan meredakan peradangan pada sendi yang diakibatkan oleh osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.

Osteoarthritis merupakan peradangan akibat tulang rawan yang melapisi tulang menjadi kasar sehingga menimbulkan nyeri ketika menggerakkan bagian tubuh. Ini adalah sakit peradangan yang paling umum terjadi. Sedangkan rheumatoid arthritis adalah peradangan sendiri yang terjadi akibat autoimun.

Akan tetapi, meski obat cataflam terkenal mampu mengatasi nyeri pada radang sendi, ternyata obat ini dapat memiliki manfaat lainnya. Cataflam dapat meredakan nyeri punggung, nyeri haid, dan sakit gigi. Dengan bahan aktif diclofenac potassium, obat ini bekerja dengan mengurangi zat penyebab peradangan maupun bengkak pada tubuh.

Efek Samping

Namun, penggunaan cataflam tidak bisa sembarangan karena tergolong sebagai obat kuat dan proses pembeliannya harus sesuai dengan resep dokter. Jika dikonsumsi tidak sesuai dosis yang dianjurkan, ada kemungkinan menimbulkan efek samping yang memperparah kondisi kesehatan. Apa saja efek sampingnya?

Efek samping obat cataflam dapat dibagi menjadi dua yaitu efek samping ringan dan efek samping berat. Efek samping ringan meliputi sakit perut atau rasa tak nyaman di perut, mual, nyeri hulu hati, diare, sembelit atau konstipasi, perut kembung dan perut bergas, sakit kepala, rasa kantuk, pusing, rasa gugup, ruam kulit atau gatal, penglihatan kabur atau telinga berdenging.

Sedangkat efek samping berat seperti edema atau pembengkakan pada tangan atau kaki, kenaikan berat badan dengan tiba-tiba atau tidak dapat dijelaskan, perubahan pada fungsi pendengaran, perubahaan pada mood dan kondisi psikologis lainnya, sulit atau terasa sakit saat menelan, serta kelelahan yang tidak biasa.

Ada pula rasa sakit di dada, sesak napas, dan juga masalah keseimbangan yang harus segera dikonsultasikan dengan dokter. Dalam beberapa kasus, efek samping paling serius dari penggunaan obat cataflam adalah efek samping yang berkaitan dengan fungsi hati dan ginjal. Seperti, frekuensi buang air kecil yang berubah, leher yang terasa kaku, urin keruh, mual, nafsu makan menghilang, nyeri ulu hati, hingga mata dan kulit menguning. Jika setelah mengonsumsi obat cataflam Anda merasakan efek samping yang serius harus segera mencari bantuan medis dan menghubungi dokter.

Sebelum mengonsumsi obat cataflam ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jangan mengonsumsi obat tersebut apabila memiliki alergi terhadap kandungan diclofenac potassium, aspirin, maupun obat jenis NSAID lainnya. Jangan lupa untuk memberitahu dokter semua obat, suplemen, vitamin, produk herbal yang sedang dikonsumsi sehingga tidak akan terjadi efek samping yang lebih parah. Masalah kesehatan pun juga perlu diberitahu kepada dokter saat konsultasi agar dapat memantau reaksi cataflam.

Selain berkonsultasi dengan dokter, pasien juga harus mengonsumsi obat cataflam secara utuh. Artinya, tablet obat tersebut tidak boleh diremuk, dikunyah, atau dibelah karena dapat merusak lapisan khusus sehingga meningkatkan potensi munculnya efek samping.

Beberapa penyakit seperti rheumatoid arthritis kadang perlu konsumsi rutin obat cataflam Namun, bila setelah pemakaian berkala obat cataflam nyeri tidak kunjung sembuh, maka segera pergi ke dokter untuk berkonsultasi. Pastikan penggunaan obat cataflam sesuai dengan aturan dokter dan berhenti jika dokter menyarankan untuk berhenti atau muncul efek samping yang sangat parah.