Faktor-faktor yang Menyebabkan Tingginya Angka Kematian Bayi

Indonesia berada pada posisi ketujuh sebagai negara dengan angka kematian bayi tertinggi di dunia. Ini menunjukkan bahwa upaya menjaga kesehatan serta keselamatan bayi di Indonesia masih belum maksimal. 

Meskipun, bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, angka kematian dari tahun ke tahun berangsur-angsur membaik. Akan tetapi, tampaknya pemerintah masih perlu memaksimalkan kebijakan keselamatan ibu dan bayi bila ingin menurunkan angka kematian ini.

Apa yang menyebabkan angka kematian bayi menjadi tinggi?

Terdapat beberapa faktor yang membuat angka kematian terhadap ibu dan bayi menjadi sangat tinggi. Di setiap negara, faktor ini mungkin bisa berbeda-beda. Akan tetapi, ada beberapa penyebab umum yang terjadi di berbagai negara, beberapa di antaranya seperti: 

  • Cacat lahir

Cacat lahir merupakan kondisi kecacatan yang dialami oleh bayi sejak mereka dilahirkan. Biasanya, kecacatan ini sudah berkembang sejak bayi masih berada di dalam kandungan sang ibu. 

Kondisi cacat lahir bisa berbeda-beda pada setiap bayi. Umumnya, kecacatan ini akan memengaruhi fungsi berbagai organ dan struktur tubuh bayi. Tak jarang, secara fisik, bayi terlihat cacat dan memiliki beberapa bagian tubuh dengan bentuk yang berbeda dari bayi normal.

Dalam kondisi yang parah, kecacatan ini dapat berujung pada kematian. Inilah yang akan memengaruhi peningkatan dalam angka kematian bayi di suatu negara, termasuk di Indonesia. 

  • Kelahiran prematur

Banyak bayi yang dilahirkan prematur karena berbagai penyebab. Meskipun tidak semua kelahiran prematur akan berujung pada kematian, namun ada banyak juga kasus kematian bayi yang disebabkan oleh kelahiran prematur ini.

Kelahiran prematur terjadi ketika bayi dilahirkan saat kandungan baru berusia kurang dari 37 minggu. Bayi yang dilahirkan prematur memiliki berat yang cukup rendah. Tubuh bayi prematur juga belum mampu melawan infeksi dengan sempurna karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sepenuhnya. 

Bayi prematur yang terserang infeksi bisa mengalami gejala berat hingga mengancam jiwa. Di berbagai negara di dunia, kondisi ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi. 

  • Sindrom kematian bayi mendadak

Sindrom kematian bayi mendadak, sesuai namanya, merupakan kondisi ketika bayi meninggal dunia secara tiba-tiba setelah dilahirkan. Hingga saat ini, tidak diketahui apa penyebab pasti dari sindrom ini. 

Biasanya, sindrom ini dapat terjadi pada bayi yang berusia di bawah satu tahun, bahkan ketika bayi terlihat sehat sekalipun. Beberapa dokter beranggapan bahwa ini disebabkan oleh kecacatan pada otak bayi, namun belum ada penelitian yang bisa membuktikan hal ini. 

Tingginya angka kematian bayi bisa juga disebabkan oleh banyaknya kondisi sindrom kematian bayi mendadak yang terjadi di suatu negara. 

  • Komplikasi kehamilan

Faktor lainnya yang dapat memengaruhi tingginya angka kematian adalah komplikasi kehamilan. Komplikasi ini terjadi pada sang ibu selama masa kehamilan, disebabkan oleh perubahan berbagai fungsi tubuh selama mengandung. 

Perubahan hormon di masa kehamilan sering memicu ibu hamil untuk menderita tekanan darah tinggi, diabetes, masalah dengan serviks, dan lain sebagainya. Kondisi-kondisi ini, bila tidak diobati dengan tepat, bisa mengancam jiwa. 

Bukan hanya menyebabkan kematian pada sang ibu, komplikasi kehamilan juga bisa berdampak pada kesehatan sang bayi di dalam kandungan. 

Setiap negara memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda untuk tingginya angka kematian bayi yang dimiliki. Karena perbedaan faktor itulah, upaya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah juga bisa berbeda-beda dan terus berubah-ubah, disesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi.