Kenali Bayi Cegukan dalam Kandungan, Apa yang Bumil Rasakan?

Saat usia kehamilan menginjak 13-20 minggu biasanya ibu hamil akan mulai merasakan adanya pergerakan bayi di dalam perut. Pada trimester kedua kehamilan, pergerakan bayi sudah mulai aktif dan ibu hamil akan mulai merasakan adanya tendangan ataupun dorongan janin dari dalam perut. Setelah menginjak usia kehamilan minggu ke 24, ibu hamil mungkin juga akan merasakan bayi cegukan dalam kandungan. Biasanya hal ini ditandai dengan adanya hentakan seperti tendangan namun lebih pelan dan terjadi secara berulang.

Pada umumnya, bayi cegukan dalam kandungan saat memasuki trimester ketiga atau bahkan semester awal kehamilan. Sebuah penelitian menunjukan bahwa bayi dalam kandungan biasanya akan mengalami peningkatan frekuensi cegukan setiap harinya setelah usia kandungan menginjak 28 minggu. Namun, apabila janin mengalami cegukan lebih dari 4 kali setiap harinya, mungkin Anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk dicek lebih lanjut.

Cegukan bayi di dalam kandungan merupakan hal normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila cegukan terjadi secara terus- menerus pada trimester akhir kehamilan, Anda perlu mewaspadainya. Karena hal itu dapat menjadi pertanda adanya masalah pada tali pusar janin di dalam kandungan. 

Meskipun demikian, cegukan juga bisa diartikan sebagai petanda baik. Bayi cegukan dalam kandungan dapat menandakan bahwa bayi berkembang dengan baik dan sehat. Ketika bayi mengalami cegukan, dapat diartikan bayi mulai memiliki kemampuan untuk menghirup cairan ketuban ke dalam paru-paru dan kemudian melepaskannya kembali, seperti seseorang yang menghirup dan menghembuskan udara. Hal ini menunjukan bahwa diafragmanya berkembang dengan baik. 

Pada kondisi ini, seringkali ibu hamil masih sulit mengartikan mana yang merupakan tendangan ataupun cegukan yang dialami bayi dalam kandungan. Karena memang keduanya memiliki tanda- tanda yang hampir sama, sehingga ibu hamil harus mampu mengenali dan membedakan keduanya. Berikut beberapa perbedaan cegukan dan tendangan janin di dalam kandungan:

Usia Kehamilan

Hal pertama yang dapat menjadi pembeda antara cegukan dan tendangan pada janin adalah usia kehamilan. Pada umumnya, cegukan pada bayi mulai dapat dirasakan ketika usianya kandungan mulai memasuki trimester kedua dan awal trimester ketiga. Dibandingkan dengan cegukan, pergerakan janin sudah dapat dirasakan oleh ibu hamil secara langsung pada awal- awal kehamilan. Pada usia 4 bulan, rata- rata ibu hamil sudah mulai merasakan dengan jelas adanya pergerakan janin di dalam perut. Pergerakan janin akan berangsur lebih lama dibandingkan cegukan pada bayi. 

Pergerakan bayi masih bisa ibu hamil rasakan hingga proses melahirkan, sedangkan cegukan pada bayi akan mulai menghilang ketika kehamilan memasuki umur 32 minggu atau mendekati proses persalinan. Kedua proses tersebut merupakan hal normal yang terjadi selama masa kehamilan. Namun, dapat dikatakan tidak normal apabila pada usia kehamilan di atas 32 minggu janin masih mengalami cegukan yang terus menerus. 

Respon yang diberikan oleh bayi 

Untuk membedakan antara tendangan dan cegukan pada janin, ibu hamil perlu memperhatikan respon gerakan yang ditunjukan oleh janin di dalam kandungan. Seringkali bayi akan merespon setiap gerakan yang diberikan oleh ibu hamil. Janin akan terasa ikut bergerak terus menerus dan berpindah tempat di dalam kandungan selama ibu bergerak. Namun, ketika ibu hamil berhenti melakukan pergerakan, janin di dalam kandungan juga akan mengentikan pergerakannya. Kondisi ini dapat disebut sebagai tendangan dari janin.

Sedangkan cegukan akan dapat dirasakan oleh ibu hamil ketika duduk tenang dan dalam kondisi relaks. Ketika itu ibu hamil akan merasakan adanya hentakan dari salah satu area perut yang terjadi secara berulang. Hal itu merupakan bentuk cegukan bayi dalam kandungan. Cegukan pada bayi ini merupakan hal yang normal dan menjadi pertanda bahwa bayi mengalami perkembangan yang baik. 

Penyebab Kondisi

Selain usia kehamilan dan respon yang diberikan bayi, cegukan dan tendangan janin dapat dibedakan dari penyebab kondisinya. Gerakan pada janin dapat dirasakan oleh ibu hamil dengan adanya tendangan ke perut ibu yang terjadi secara alami. 

Gerakan menendang janin ini berguna untuk memberikan tekanan dan melatih otot , tulang, dan sendi agar lebih kuat. Tak hanya itu, tendangan bayi dalam kandungan juga dapat terjadi sebagai bentuk responnya terhadap lingkungan sekitar, seperti ketika ada suara yang terlalu kencang, sorotan cahaya yang terlalu terang, ibu hamil yang mengkonsumsi makanan tertentu.

Sedangkan bayi cegukan dalam kandungan belum dapat dipastikan secara pasti penyebabnya. Namun, beberapa studi mengatakan bahwa cegukan pada janin di dalam kandungan terjadi karena proses pematangan organ paru paru. Ketika cegukan, bayi sudah mulai memiliki kemampuan untuk menghirup cairan ketuban hingga memasuki paru- paru kemudian akan secara alami keluar kembali dengan adanya gerakan memompa dari diafragma. Selain itu, cegukan pada janin juga dapat membantu menguatkan otot- otot pernafasannya. 

Semoga penjelasan mengenai bayi cegukan dalam kandungan di atas dapat membantu ibu hamil untuk lebih mengetahui dan mengenali setiap pergerakan bayi di dalam perut. Cegukan pada janin merupakan hal wajar sehingga ibu tidak perlu khawatir. Meskipun cegukan dan tendangan bayi memiliki tanda-tanda yang sama, namun ibu dapat membedakannya seperti poin yang telah dijelaskan di atas.