Prosedur serta Tingkat Keefektivitasan Ozone Therapy

Ozone therapy telah lama menjadi topik yang sangat populer di seluruh komunitas penyakit kronis. Apalagi, ozon yang digunakan secara medis telah menjadi alat untuk membersihkan persediaan medis serta dapat membantu berbagai kondisi selama beberapa dekade. 

Tak hanya itu, terapi tersebut juga telah digunakan untuk mencegah infeksi. Tentu, itu sangat bagus. Terlebih, praktisi dan ilmuwan kesehatan menemukan bahwa mencampurkan gas alam yang ditemukan dari dalam Bumi dengan oksigen tersebut menciptakan perawatan dengan manfaat dan kemampuan penyembuhan yang luar biasa.

Kini, terapi ozon tersebut digunakan oleh para profesional kesehatan dan medis selama lebih dari 100 tahun. Banyak manfaat yang ditunjukkan untuk berbagai masalah kesehatan mulai penyakit autoimun hingga penyakit virus. 

Lalu, bagaimana prosedurnya dan tingkat keefektivan ozone therapy? Anda wajib menyimak ulasannya berikut ini. 

Bagaimana Prosedur Perawatan Ozone Therapy?

Ozon secara alami adalah gas. Untuk menggunakan ozone therapy sebagai obat, Anda perlu mengoleskannya ke kulit, menggunakan air ozon, meniupkan gas ke dalam tubuh, hingga menggunakan sauna ozon di mana bagian tubuh dikantongi dan terkena gas ozon.

Ada banyak cara berbeda untuk menerima ozone therapy. Penyedia layanan kesehatan Anda akan mendiskusikan pilihan terbaik serta yang sesuai untuk Anda.

Ada pula tiga bentuk pengobatan utama untuk pemberian ozon:

  • Langsung menggunakan tisu
  • Penggunaan Intravena
  • Secara intramuskular

Bagaiamana keefektivitasan Ozone Therapy?

Sebagaian besar penelitian menyatakan bahwa terapi ozon menunjukkan hasil yang beragam serta bermanfaat untuk penyakit jantung hingga radang sendi.

Penelitian dari 2018 menunjukkan bahwa terapi ozon dapat membantu osteoartritis lutut dengan meningkatkan rentang gerak dan menunda penurunan. Orang dengan rheumatoid arthritis atau sakit punggung dari cakram hernia juga dapat mengambil manfaat dari terapi ozon.

Selain itu, terapi tersebut juga digunakan dan dipelajari dalam banyak aspek kedokteran gigi. Penelitian dari tahun 2019 menunjukkan bahwa air ozonasi mungkin efektif sebagai disinfektan selama saluran akar. Ini juga dapat membantu mengurangi kepekaan dentin yang terbuka, di antara kegunaan lainnya.

Banyak produk tersedia untuk dibeli yang mengklaim memberikan terapi ozon, tetapi tidak ada yang terbukti efektif. Terapi ozon harus dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan terlatih atau praktisi naturopati. Hingga kini, lebih banyak studi manusia skala besar diperlukan untuk menunjukkan efektivitas dan keamanan terapi tersebut.

Efek samping Ozone Therapy

Ada pula efek samping ozone therapy yang dapat bervariasi bergantung pada jenis perawatannya.

Orang tidak boleh menghirup ozon. Sebab, apabila masuk ke mulut, hidung, ataupun mata, hal itu dapat membakar dan mengakibatkan batuk, muntah, mual, hingga sakit kepala. Bahkan, paparan yang lebih parah ialah bisa mengakibatkan komplikasi pernapasan.

Biasanya, seseorang yang menjalani terapi ozon bisa mengalami reaksi herxheimer. Hal tersebut mengakibatkan seseorang memiliki gejala seperti flu hingga bisa lebih buruk dalam jangka pendek. 

Bahkan, seseorang bisa mengalami ketidaknyamanan seperti kram hingga perasaan ingin buang gas apabila menerima terapi ozon melalui rectum. Meski begitu, efek samping tersebut bersifat sementara.

Kondisi apa saja yang bisa diatasi dengan Ozone Therapy?

Terapi ozon dapat digunakan untuk berbagai kondisi. Penelitian sedang berlangsung mengenai efektivitas dan keamanannya.

  1. Gangguan pernapasan

Orang dengan gangguan pernapasan mungkin merupakan kandidat yang baik untuk terapi ozon, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan.

Dengan meningkatkan kadar oksigen dalam darah Anda, terapi ozon dapat membantu mengurangi stres pada paru-paru Anda. Paru-paru Anda lah yang memiliki tugas untuk memasok oksigen ke darah.

Sebuah studi tahun 2014 mengamati terapi ozon intravena, atau menyuntikkan ozon yang dicampur dengan darah, untuk mengobati COPD. Ditemukan bahwa terapi meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan berolahraga pada mantan perokok dengan PPOK.

Sadarilah bahwa menghirup ozon dapat mengiritasi atau merusak paru-paru, terutama pada orang dengan penyakit pernapasan.

Meskipun ozon mungkin memiliki kegunaan yang bermanfaat, itu juga merupakan polutan udara dan tidak boleh dihirup. Akibatnya, Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) menyarankan untuk tidak menggunakan pembersih udara ozon.

  1. Diabetes

Adapula perawatan ozone therapy yang bisa mengurangi risiko komplikasi diabetes. Perlu diketahui bahwa Komplikasi sering disebabkan stres oksidatif dalam tubuh. Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan pada 2018 Trusted Source, ozon tersebut bisa memperbaiki stres oksidatif dengan mengaktifkan sistem kekebalan yang mana bisa mengurangi peradangan.

Sementara itu, Sebuah studi yang dilakukan pada 2019 menunjukkan bahwa terapi ozon pada orang dengan ulkus kaki diabetik mampu membantu menutup luka serta bisa mengurangi kemungkinan terjadi infeksi.

  1. Gangguan kekebalan

Ozone therapy juga bermanfaat bagi penderita gangguan kekebalan. Sebab, terapi tersebut mampu membantu merangsang sistem kekebalan tubuh.

Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa ozon yang dicampur dengan darah dan disuntikkan ke orang dengan HIV secara signifikan mengurangi viral load mereka selama periode 2 tahun.

Viral load yang lebih rendah berarti lebih sedikit virus yang ada, yang dapat meningkatkan kesehatan jangka panjang.

Studi tersebut mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan tentang penggunaan terapi ozon untuk pengobatan HIV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *