Kenapa Harga Test PCR dan Swab Berbeda?

Seiring pandemi yang tak kunjung berakhir, metode diagnosis Covid-19 justru mengalami perkembangan pesat. Awalnya menggunakan tes antibodi yang memang banyak mengecoh, hingga munculnya tes PCR atau tes swab. Karena sudah diakui WHO dan dunia, harga test PCR ini juga menjadi salah satu pihak yang terdampak positif.

Rapid tes antigen telah disetujui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk digunakan secara darurat di negara-negara yang jumlah penggunaan tes PCR-nya rendah. Hal itu dikarenakan harga yang dibanderol untuk melakukan tes tersebut terbilang cukup mahal dan menguras dompet, sehingga pilihan pun jatuh kepada swab antigen.

Harga Tes PCR

Rapid test antigen dan swab test antigen merupakan metode yang sama, dengan membuat seseorang sekresi lendir dari hidung dan tenggorokan. Dirancang untuk mendeteksi protein tertenu dari virus yang memunculkan respons kekebalan tubuh. Dengan begitu virus akan mudah terdeteksi di dalam tubuh, khususnya ketika sedang aktif menggandakan diri.

Sementara test PCR merupakan tes molekuler yang bertujuan untuk mendeteksi materi genetik virus dari dalam tubuh dengan cara mengambil sampel dari hidung. Tes ini memiliki tingkat akurasi paling tinggi, hal inilah yang menjadi alasan mengapa harga yang harus dibayar untuk tes ini cukup mahal dibanding tes lain.

Wakil Direktur Pendidikan dan Diklit sekaligus Jubir Satgas Covid-19 RS UNS, dr. Tonang Dwi Ardyanto menegaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi pemicu swab PCR lebih mahal harganya ketimbang rapid test. PCR begitu mahal karena melalui dua tahapan pemeriksaan yakni ekstraksi dan PCR itu sendiri.

Hal senada juga disampaikan oleh ahli mikrobiologi Universitas Indonesia, Pratiwi Puji Leastari, di mana ia menyebut jika tes cepat molekuler (PCR) dua-duanya menggunakan peralatan dengan nama RT-PCR. Alat ini membutuhkan dua reagensia, yakni untuk ekstraksi RNA dan untuk PCR itu sendiri.

Selain karena peralatan, proses PCR dalam menentukan status seseorang terinfeksi virus corona juga panjang. Petugas medis sedikit terhalang dengan APD ketika mengambil tes, menggunakan lab standar kualitas BSL-2 dan sistem pembuangan limbah atau khusus.Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut jika tes antigen memerlukan waktu 15-30 menit untuk menunggu hasil yang keluar.

Perlu Hari-hati

Pemerintah Indonesia diminta lebih agresif menyediakan tempat swab antigen yang bisa digunakan secara darurat. Di samping saat ini negara tengah berjuang agar WHO mempertimbangkan Indonesia sebagai salah satu negara penerima tes cepat antigen dengan harga murah tentunya, meski begitu hingga kini belum diketahui ada berapa banyak alat tes antigen yang dibeli pemerintah.

Meski begitu pemerintah Indonesia juga diharapkan terlebih dahulu melakukan verifikasi dari efektivitas antigen yang direkomendasikan oleh WHO. Pemerintah juga diharapkan tidak membiarkan warganya ramai-ramai membeli alat tes tersebut secara mandiri. Hal ini berkaca pada banyaknya tes rapid antibodi yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

Meskipun harga tes PCR terus melambung, efektivitas metode ini masih akan tetap menjadi primadona banyak orang. Terlepas dari kelebihan dan kelemahan masing-masing tes yang digunakan untuk mendeteksi virus corona. Selebihnya menjaga protokol kesehatan harus lebih diutamakan ketimbang mengandalkan hasil deteksi.

Pola hidup dan aktivitas keseharian bisa menjadi pemicu seseorang terinfeksi Covid-19, disamping itu banyak masyarakat yang masih suka menggerombol tanpa memperhatikan jarak aman di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *