Hati-Hati, BAB Berlendir Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini!

Lendir dalam tubuh adalah suatu yang alami dan penting bagi cara kerja tubuh yang juga berguna untuk melapisi dan melindungi organ tubuh. Lendir yang normal berwarna bening dan encer. Tapi penampilan tersebut bisa saja berubah karena faktor-faktor tertentu.

Seperti padahalnya lendir yang keluar bersama feses, yang mana fungsinya untuk membantu buang air besar. ini adalah keadaan normal, dan memang biasanya tidak terlalu terlihat karena dalam jumlah sedikit serta bertekstur encer dan berwarna kuning atau bening. 

image BAB Berlendir

Namun, akan menjadi tidak normal jika Anda bisa melihatnya dengan jelas, ini bisa berupa tanda peringatan adanya hal yang tidak beres dengan sistem pencernaan Anda. Buang air besar (BAB) bercampur lendir bisa merupakan gejala dari penyakit infeksi bakteri, fisura anus, obstruksi usus, atau penyakit Crohn.

Berikut penyebab sekaligus penyakit yang ditandai dengan BAB berlendir.

Penyebab BAB berlendir

Dua penyebab umum lendir di tinja Anda adalah dehidrasi dan sembelit. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan lendir normal di usus besar Anda meninggalkan tubuh. Perubahan kadar lendir juga mungkin merupakan akibat dari kondisi inflamasi gastrointestinal yang memerlukan perawatan medis. Beberapa kondisi tersebut antara lain:

  1. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn adalah penyakit inflamasi usus yang mempengaruhi saluran gastrointestinal (saluran pencernaan). Penyakit ini bisa menjadi penyebab dari BAB berlendir karena adanya gangguan pada penghalang lendir di usus karena adanya peradangan.

  1. Cystic fibrosis

Penyakit lain yang memiliki tanda BAB berlendir adalah Cystic fibrosis. Penyakit ini merupakan kelainan genetik yang mengakibatkan penumpukan lendir kental dan lengket di paru-paru, pankreas, hati, atau usus.

  1. Kolitis ulseratif

Penyakit radang usus lainnya adalah kolitis ulseratif yang merupakan kondisi kronis peradangan di usus besar atau rektum. Ketika tubuh menghadapi gejala kolitis ulseratif, peningkatan sekresi lendir sering terjadi yang pada gilirannya dapat meningkatkan lendir dalam feses.

  1. Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus atau Irritable bowel syndrome (IBS) adalah kondisi usus yang terlalu sensitif. Ini juga bisa terjadi karena adanya kelainan saraf usus yang menyebabkan nyeri perut, bab berlendir

  1. Infeksi usus

Infeksi usus termasuk infeksi bakteri, seperti dari bakteri salmonella dan shigellosis juga dapat menyebabkan BAB berlendir. Bakteri-bakteri tersebut bisa saja menginfeksi usus yang dapat terjadi dari makan makanan yang terkontaminasi.

Para peneliti berasumsi bahwa bakteri dapat merangsang produksi lendir, yang selanjutnya menyebabkan BAB berlendir. Diare yang parah juga dapat meningkatkan lendir dalam tinja.

  1. Malabsorpsi

Malabsorbsi terjadi ketika usus tidak dapat menyerap nutrisi tertentu dengan baik, sehingga menyebabkan rasa nyeri perut dan BAB yang berlendir. Intoleransi laktosa dan penyakit celiac merupakan kondisi yang berhubungan dengan malabsorpsi.

  1. Kanker usus besar atau dubur

BAB berlendir bisa pula merupakan tanda dari kanker usus besar atau kanker rectum. Penyakit serius ini dimulai di usus atau rektum dan dapat menyebabkan gejala seperti darah dalam feses, feses berlendir, perdarahan pada rektum, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

  1. Abses Anal atau Fistula

Abses adalah infeksi yang menciptakan area berisi nanah di dalam tubuh. Mengutip dari Very Well Health, pada sekitar 50 persen kasus, abses akan menjadi cukup besar dan membentuk terowongan antara dua organ, atau antara kulit dan organ atau jaringan, yang disebut  fistula. Nah, abses atau fistula inilah yang dapat mengalirkan lendir ke dalam feses.

  1. Infeksi Bakteri lainnya

Infeksi bakteri, seperti yang berasal dari bakteri seperti Campylobacter, Salmonella, Shigella, atau Yersinia, dapat menyebabkan lendir dikeluarkan dalam BAB. Akibat lainnya dari infeksi bakteri adalah timbulnya gejala diare, demam, dan kram perut.

BAB yang disertai lendir adalah hal normal selagi lendir tidak terlalu terlihat atau dalam jumlah yang sedikit. Tapi akan menjadi berbahaya jika bisa lihat dan penampilannya tidak biasa. Ini bisa jadi tanda atau gejala dari penyakit-penyakit tertentu yang umumnya terjadi karena ada gangguan dalam sistem pencernaan.

Agar Anda tidak salah mendiagnosa dan penanganan, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui hal-hal apa yang bisa Anda lakukan. Anda bisa berkonsultasi pada dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. 

Temukan lebih banyak informasi seputar topik ini atau topik kesehatan lainnya di aplikasi SehatQ. Download aplikasi di App Store atau Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *