Ekspansi Apparel (Under Armour & New Balance) dalam Sepak Bola

Kali ini kita tidak membahas Nike dan Adidas yang selama 10 tahun terakhir terus sikut-sikutan dalam menjadi penguasa dunia sepak bola. Bukan hanya dalam urusan apparel dan sepatu melainkan juga berebut pengaruh lewat brand ambassador nya. Dua superstar sepak bola dunia saat ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, menjadi representasi utama dua produk itu. Nike mengontrak Ronaldo, sedangkan Adidas menjadi sponsor Messi.

Di luar itu, produk-produk seperti Puma, Umbro, dan Uhlsport hanya memperebutkan kue kecil. Namun, sejak tiga tahun terakhir, mulai ada perusahaan apparel terkenal yang mencoba mengganggu dominasi Nike dan Adidas di pangsa pasar sepak bola Eropa. Under Armour (UA) merupakan salah satu di antara mereka.

Perusahaan yang berbasis di Baltimore, Amerika Serikat, itu memulai kampanye ekspansi di Eropa dengan menjalin kerja sama dengan klub Premier League Tottenham Hotspur selama 5 musim. Berarti, UA adalah perusahaan apparel kedua yang berasal dari AS setelah Nike. Namun, UA tidak memberi banyak kepada Tottenham. Selama 5 musim, Tottenham “hanya” mendapat GBP 10 juta (+ 210,79 miliar rupiah). Sangat jauh jika dibandingkan dengan duo Manchester United dan Manchester City. Manchester United meraup pendapatan dari Adidas sebesar EUR 940 juta (Rp14,54 triliun) selama 10 tahun. Manchester City menjaring EUR 51 juta (Rp787,87 miliar) per musimnya dari Nike.

tottenham hotspur away

tottenham hotspur away

Wakil Presiden Marketing Global Under Armour Stuart Redsun mengatakan bahwa kerja sama dengan Tottenham hanyalah langkah awal untuk masuk ke pasar sepak bola Eropa. Sebab, sebelum menjalin kerja sama dengan Tottenham, Under Armour adalah salah satu raksasa di AS. Puncak kesuksesan Under Armour ialah meng-endorse MVP NBA musim lalu, Stephen Curry dari Golden State Warriors. Mereka juga mensponsori golfer nomor satu dunia Jordan Spieth.

Bukan hanya klub, perusahaan yang didirikan pada 1996 itu juga mulai berinvestasi dengan mensponsori pemain. Salah satu endorsement terpenting bagi Under Armour ialah menjalin kontrak dengan winger MU, Memphis Depay. Kampanye nya adalah Slay Your Next Giant (Bungkam Raksasa Berikutnya). Fokus Under Armour mempromosikan produk sepatu terbarunya, Under Armour Speedform. Secara tersirat, UA siap membungkam raksasa industri sepak bola Eropa: Nike dan Adidas.

Depay_Under-Armour

Selain UA, perusahaan apparel asal AS yang agresif merambah lapangan sepak bola adalah New Balance. Walaupun baru berkecimpung di pasar sepak bola Februari tahun ini, perusahaan yang tahun lalu menorehkan revenue USD 2,7 miliar itu berhasil merangkul beberapa bintang sepak bola, antara lain, kapten City dan timnas Belgia Vincent Kompany, gelandang Arsenal Aaron Ramsey, serta winger City Samir Nasri. Klub legendaris seperti Liverpool juga menjalin kerjasama dengan New Balance dengan total nilai kontrak GBP 300 juta.

Berkembangnya New Balance serta Under Armour dapat dilihat dari revenue tahunan mereka. Walaupun masih jauh dari Nike dan Adidas, tapi mereka sudah mulai mengusik.

Pemain & Klub Sepak Bola yang Disponsori Under Armour

Pemain

  1. Lauren Cheney (FC Kansas City)
  2. Memphis Depay (Manchester United)
  3. Jesus Corona (Cruz Azul)

Klub

  1. Tottenham Hotspur (Premier League)
  2. AZ Alkmaar (Eredivisie)
  3. East Fire (Scottish League Two)
  4. Sao Paulo (Campeonato Brasileiro Serie A)
  5. Colo-Colo (Chilean Primera Division)
  6. Deportivo Toluca (Liga MX, Meksiko)
  7. Cruz Azul (Liga MX, Meksiko)
  8. Baltimore Bohemians (USL Premier Development League)
  9. St. Pauli (2 Bundesliga)

Pemain & Klub Sepak Bola yang Disponsori New Balance

Pemain

  1. Adnan Januzaj (Borussia Dortmund)
  2. Samir Nasri (Manchester City)
  3. Jesus Navas (Manchester City)
  4. Fernando (Manchester City)
  5. Aaron Ramsey (Arsenal)
  6. Alvaro Negredo (Valencia)
  7. Marouane Fellaini (Manchester United)

Klub

  1. Liverpool (Premier League)
  2. Stoke City (Premier League)
  3. Clup Sport Emelec (Ecuador Serie A)
  4. Porto (Primeira Liga)
  5. Sevilla (La Liga)
  6. Celtic (Scottish Premiership)

Teknologi, Andalan Utama Under Armour & New Balance

Teknologi memegang peranan penting dalam memasarkan produk olahraga, terutama sepatu. Hal itu juga disadari New Balance dan Under Armour. Mereka bersaing dalam mempersembahkan teknologi tingkat tinggi. Dimulai dari New Balance. Perusahaan asal Boston itu merilis sepatu New Balance Visaro dan Furon. Namun, di antara dua tipe tersebut, Visaro yang banyak dipakai bintang lapangan hijau. Misalnya, Samir Nasri dan Aaron Ramsey. Ide penciptaan Visaro dilandasi pengalaman perusahaan yang begitu melimpah dari cabor atletik, khususnya lari. Selama 90 menit, seorang pemain diharuskan selalu berlari. Sebab, mereka dituntut mampu menjangkau berbagai sektor di lapangan yang luas.

ADUH GANTENGNYA ADUH

ADUH GANTENGNYA ADUH

Dengan berbagai spesifikasi dan teknologi yang ditawarkan New Balance, salah satu aksi terbaik yang pernah dilakukan Ramsey adalah melakukan tendangan voli kaki kiri dari jarak sekitar 35 meter. Aksi itu dilakukan ketika Arsenal mengalahkan Galatasaray pada laga terakhir fase grup Liga Champions musim lalu. Selain Ramsey, Nasri pernah melakukan tendangan serupa yang mengantarkan City mengalahkan AS Roma dua gol tanpa balas pada Liga Champions musim lalu.

Sepatu ini sangat fungsional. Membantuku bermain di seluruh area serta membantuku mengeluarkan segenap kemampuan terbaikku. -Aaron Ramsey

Under Armour bertaruh investasi kepada bintang muda Manchester United Memphis Depay. Dia diproyeksikan sebagai ujung tombak strategi pemasaran. Sepatu andalan Under Armour adalah Speedform yang menjanjikan teknologi berupa tumit yang lebih rendah serta one piece synthetic. Efeknya ialah membantu mendekatkan bola di kaki untuk memberikan efek presisi dan kecepatan saat menggiring.

Apparel Selain Adidas & Nike Juga Bisa Berprestasi Lho

Dominasi apparel raksasa seperti Adidas dan Nike serta agresivitas Under Armour dan New Balance sejatinya masih menyisakan ruang untuk perusahaan yang lebih kecil. Jako, Le Coq Sportif, dan Umbro masih mampu eksis. Joma juga. Bahkan, di Primera Division musim ini, pemuncak klasemen sementara, Villareal disponsori oleh apparel ‘antah berantah’ bernama Xtep. Suntikan dana Xtep memang tidak besar (hanya GBP 4 juta per musim) jika dibanding Real Madrid yang diikat Adidas sebesar GBP 34 juta per tahun.

fiorentina 15-16 kit

Fenomena serupa berlaku untuk Fiorentina di Serie A musim ini. Saat tim seperti AC Milan dan Juventus disponsori perusahaan apparel beken sedang bergeliat di papan tengah klasemen, Fiorentina adalah capolista. Fiorentina disponsori Le Coq Sportif. Perusahaan asal Perancis ini memang bukan pemain baru di sepak bola. Perusahaan yang berdiri pada 1882 tersebut melanglang buana di kancah sepak bola dunia jauh sebelum era Nike dan Adidas. Pabrikan berlogo ayam jantan itu pernah mengalami momen yang sangat manis. Mereka menjadi sponsor timnas Italia saat meraih juara Piala Dunia 1982. Juga nampang di jersey timnas Argentina saat Maradona memimpin negerinya menjadi juara dunia 1986.

Di Premier League, papan atas dari klasemen masih dikuasai tim bersponsor apparel besar. Namun, ada apparel lama, tapi baru yang nyempil di peringkat 6 sementara. Umbro, dengan West Ham United yang disponsorinya. Btw Puma tidak disebut sama sekali ya, kasihan…

***

Well, kalau harus memilih, saya sedang ngefans sama Adidas dan New Balance.