Cripsa Untuk Acromegaly, Apa Kondisi Ini?

Acromegaly adalah kondisi gangguan hormon. Kondisi ini berkembang ketika kelenjar pituitary memproduksi terlalu banyak hormon pertumbuhan (GH). Ketika Anda memiliki terlalu banyak hormon pertumbuhan, tulang Anda akan membesar. Pada masa kanak-kanak, hal ini dapat menyebabkan peningkatan tinggi badan dan dikenal dengan istilah gigantism. Namun pada orang dewasa, perubahan tinggi badan tidak terjadi. Alih-alih, peningkatan ukuran tulang terbatas pada tulang yang ada di tangan Anda, kaki dan wajah, dan dikenal dengan sebutan acromegaly. Cripsa digunakan untuk membantu perawatan acromegaly. 

Karena acromegaly merupakan sebuah kondisi yang jarang dijumpai dan perubahan fisik terjadi dengan lambat seiring dengan berjalannya waktu, kondisi ini terkadang akan membutuhkan banyak waktu untuk diketahui. Jika tidak diobati menggunakan Cripsa, level hormon pertumbuhan yang tinggi dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya, dan tidak hanya menyerang tulang saja. Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius dan terkadang dapat berpotensi mengancam nyawa. Namun, perawatan dapat mengurangi risiko Anda menderita komplikasi dan secara signifikan dapat mengatasi gejala, termasuk pembesaran tulang. 

Gejala umum acromegaly adalah pembesaran tangan dan kaki. Misalnya, Anda akan menyadari Anda tida lagi dapat memasukkan cincin yang dulunya bisa Anda pasang dengan mudah, dan ukuran kaki Anda Anda semakin meningkat dan sepatu tidak lagi muat. Acromegaly juga menyebabkan adanya perubahan bentuk wajah, contohnya pada rahang bawah yang semakin menonjol, hidung yang semakin membesar, bibir yang semakin menebal, dan ukuran jarak antar gigi yang lebih lebar. Karena acromegaly cenderung berkembang dengan perlahan, tanda awal mungkin tidak akan kentara selama bertahun-tahun.

Terkadang, orang baru akan menyadari adanya perubahan fisik ketika mereka membandingkan foto diri lama dengan yang baru. Secara keseluruhan, gejala acromegaly bervariasi dari satu orang ke orang yang lainnya. Namun, biasanya, gejala yang dapat dialami terdiri dari kaki dan tangan yang membesar, fitur wajah yang membesar (tulang wajah, bibir, hidung, dan lidah), kulit yang kasar atau berminyak, kelemahan otot atau persendian dan kelelahan, suara yang semakin dalam karena pita suara dan sinus yang membesar, gangguan penglihatan, sakit kepala, siklus haid yang tidak teratur pada wanita, disfungsi ereksi pada pria, dan hilangnya ketertarikan untuk melakukan hubungan seksual. 

Jika Anda memiliki gejala acromegaly, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan. Acromegaly biasanya berkembang dengan perlahan. Bahkan anggota keluarga Anda mungkin tidak akan menyadari perubahan fisik yang bertahap yang terjadi ketika Anda memiliki kondisi ini. Namun, diagnosis dini sangat penting sehingga Anda bisa mendapatkan perawatan Cripsa segera. Acromegaly dapat menyebabkan kondisi kesehatan serius apabila dibiarkan dan tidak mendapatkan perawatan. 

Acromegaly terjadi ketika kelenjar pituitary memproduksi terlalu banyak hormon pertumbuhan (GH) selama beberapa waktu. Kelenjar pituitary adalah kelenjar kecil pada bagian bawah otak, yang ada di belakang hidung. Kelenjar tersebut memproduksi GH dan beberapa hormon lainnya. GH memainkan peran penting dalam menjaga pertumbuhan fisik Anda. Ketika kelenjar pituitary melepaskan GH ke dalam aliran darah, hal ini akan memicu hati untuk memproduksi hormon yang disebut IGF-1, yang menyebabkan tulang dan jaringan lain di tubuh Anda tumbuh.

Terlalu banyak GH dapat menyebabkan terlalu banyak IGF-1, yang menyebabkan tanda dan gejala acromegaly, dan komplikasi kesehatan lainnya. Dokter akan merekomendasikan Cripsa untuk pengobatan acromegaly. Jika dibiarkan saja dan tidak diobati, komplikasi yang dapat terjadi di antaranya adalah kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, osteoarthritis, diabetes tipe 2, gangguan jantung, kelenjar thyroid yang membesar, sindrom terowongan karpal, dan perubahan penglihatan atau kebutaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *