Punya Anak Balita? Berikan Susu Morinaga Chil Kid

Setelah melewati usia satu tahun, anak bisa diberikan asupan susu lain selain ASI. Anda bisa memberikan susu formula pada anak balita, salah satunya susu dari Morinaga Chil Kid.

Susu Morinaga adalah susu yang diformulasikan khusus untuk anak-anak. Susu ini dilengkapi dengan berbagai nutrisi yang sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh anak di masa tumbuh dan berkembang.

Panduan memberikan susu Morinaga Chil Kid pada anak

Memberikan susu pada anak tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Meskipun susu mendatangkan banyak manfaat, tapi bila dikonsumsi dengan cara yang salah, maka akan menimbulkan dampak negatif.

Perhatikan hal-hal ini ketika akan memberikan susu Morinaga pada anak Anda:

1. Diberikan untuk anak usia 1-3 tahun

Perlu diingat, susu Morinaga Chil Kid hanya boleh diberikan untuk anak dalam rentang usia 1-3 tahun. Jangan berikan susu ini pada anak yang masih belum genap berusia 1 tahun, atau sudah melewati usia 3 tahun.

Anak dalam rentang usia ini umumnya hanya diperbolehkan untuk mengonsumsi susu maksimal 700 ml setiap harinya. Oleh sebab itu, ketika memberikan susu pada anak, perhatikan takarannya.

2. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan

Sama seperti ketika memberi obat, pastikan Anda tidak memberikan susu Morinaga dalam jumlah yang terlalu banyak pada anak Anda. Anda bisa mencari tahu takaran yang dianjurkan melalui kemasan susu.

Umumnya, susu Morinaga dianjurkan untuk diberikan kepada anak dalam ukuran sekitar 60 ml sampai dengan 100 ml sekali minum. Jumlah ini bisa didapatkan dengan mencampurkan bubuk susu ke dalam air.

3. Sajikan dengan hangat

Meskipun minuman yang dingin terasa segar, tapi hal ini tidak baik untuk kesehatan anak Anda. Ketika akan memberikan susu Morinaga Chil Kid, pastikan Anda menggunakan air panas.

Anda bisa menyiapkan air panas terlebih dahulu di sebuah wadah. Kemudian, campurkan bubuk susu ke dalam air panas tersebut. Aduk sampai susu larut dalam air dan merata dengan sempurna. 

4. Perhatikan cara penyimpanan

Sebelum memberikan susu Morinaga pada anak, selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa produk. Jangan sampai, Anda mengabaikan hal ini dan memberikan susu yang kualitasnya sudah buruk kepada anak.

Selain itu, perhatikan juga cara Anda menyimpan kemasan susu. Simpanlah di tempat yang sejuk, di bawah suhu ruangan. Pastikan kemasan susu tidak mudah terjangkau oleh sinar matahari.

5. Alergi susu pada anak

Beberapa anak mungkin tidak bisa meminum susu secara sembarangan. Ada anak yang bisa mengalami reaksi alergi karena susu menjadi pemicu alerginya.

Biasanya, alergi susu akan mudah dideteksi ketika anak mengalami gejala berikut: 

  • Gatal-gatal dan bercak di kulit
  • Masalah pencernaan
  • Anak merasa sakit ketika menelan
  • Tinja berdarah ketika buang air besar
  • Alergi hidung, seperti hidung meler dan mata berair
  • Sakit perut

Apabila anak mengalami gejala di atas setelah mengonsumsi susu Morinaga Chil Kid, sebaiknya segera hentikan pemakaian. Kemungkinan besar, ada kandungan dalam produk susu ini yang memicu reaksi alergi pada anak Anda.

Ketika anak mengalami alergi susu, cara paling tepat untuk mengatasinya adalah membawa anak berobat ke dokter. Dokter bisa membantu memeriksa kondisi anak, mendiagnosa tingkat keparahan reaksi alergi pada anak Anda.

Selain itu, dokter juga bisa memberikan upaya perawatan serta merekomendasikan pilihan susu lain untuk menggantikan Morinaga Chil Kid yang lebih aman untuk alergi anak.

Sumber:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/296564#risks
https://www.verywellhealth.com/is-your-baby-allergic-to-milk-1324035
https://www.healthline.com/health/childrens-health/how-much-milk-should-a-toddler-drink#recommended-amount

Dosis dan Cara Pemberian Ferlin Sirup kepada Anak-Anak

Ferlin sirup merupakan suplemen multivitamin bersertifikat halal yang mengandung zat besi, asam folat, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12. Ferlin sirup sering diresepkan dokter untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan vitamin B pada proses pertumbuhan si kecil. 

Zat besi adalah nutrisi penting yang terlibat dalam beberapa aspek kesehatan, seperti memproduksi hemoglobin untuk membentuk sel darah merah, dan mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa zat besi yang cukup, perkembangan otot, jaringan, dan sel akan terhambat.

Manfaat zat besi dalam tubuh

Fungsi utama zat besi adalah membentuk hemoglobin, protein sel darah merah yang bertujuan untuk mengangkut oksigen dalam darah dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Peran penting lain dari zat besi meliputi:

  1. Mencegah dan mengobati anemia

Ketika tubuh kekurangan hemoglobin akan menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Anemia jenis ini termasuk salah satu kekurangan nutrisi paling umum di dunia. Gejala anemia meliputi kelelahan, pusing, sesak napas, dan lemah. 

  1. Mengurangi kelelahan

Zat besi dapat berfungsi sebagai sumber energi dan membantu mengatasi kelelahan, bahkan pada orang yang tidak menderita anemia. Anak-anak membutuhkan pasokan energi agar bisa bermain dan beraktivitas untuk mendukung eksplorasi dunianya.

  1. Meningkatkan kekebalan tubuh

Zat besi berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan. Zat besi dapat melindungi si kecil dari mikroorganisme penyebab penyakit sehingga ia bisa terus bermain dengan ceria.

  1. Meningkatkan konsentrasi

Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan zat besi dapat menurunkan konsentrasi. Menjaga kadar zat besi dalam batas normal akan mendukung pembelajaran sang buah hati.

Banyak anak mengalami defisiensi zat besi

Ketika lahir, bayi memiliki simpanan zat besi di dalam tubuhnya. Seiring bertambahnya usia dibutuhkan asupan zat besi tambahan untuk mendukung proses tumbuh kembang si kecil. 

Bayi berusia 7-12 bulan membutuhkan 11 mg zat besi per hari, sementara anak berusia 1-3 tahun 7 mg/hari. Anak di atas 4 tahun membutuhkan 10 mg zat besi per hari, dan 9-13 tahun 8 mg/hari. 

Sayangnya ada banyak anak yang tidak memenuhi angka rekomendasi tersebut. Biasanya mereka memiliki kondisi antara lain:

  • Bayi lahir prematur atau berat lahir rendah
  • Bayi yang meminum susu sapi atau kambing sebelum usia 1 tahun
  • Bayi tidak menerima makanan pendamping yang mengandung zat besi setelah usia 6 bulan
  • Bayi yang minum susu formula non-fortifikasi zat besi
  • Anak usia 1-5 tahun yang minum lebih dari 710 ml susu sapi, susu kambing, atau susu kedelai sehari
  • Anak memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti infeksi kronis atau pola makan yang dibatasi
  • Anak terpapar timah hitam
  • Anak dengan gizi buruk
  • Anak kelebihan berat badan atau obesitas

Bagi anak-anak dengan kondisi di atas, disamping mengubah pola makan lebih kaya zat besi, Anda juga bisa memberikan Ferlin sirup setiap hari. 

Dosis dan cara penggunaan

Ferlin sirup dapat dibeli dengan bebas di apotek dan baik digunakan untuk anak berusia 2 tahun. Konsumsi suplemen cair ini sebelum makan. 

Adapun dosis penggunaannya yaitu:

  • Anak usia 2 hingga 6 tahun: ½ sendok takar per hari
  • Anak usia 7 hingga 12 tahun: 1 sendok takar per hari
  • Anak diatas 12 tahun: 2 sendok takar per hari

Ferlin sirup mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B yang berfungsi memenuhi kebutuhan zat besi dan vitamin B harian si kecil. Konsultasikan penggunaan jika anak Anda memiliki kondisi khusus, terutama sedang dalam perawatan obat atau terapi.