Rekomendasi Produk Sabun Kewanitaan yang Aman Digunakan

Sebagai wanita, Anda harus memperhatikan tentang kesehatan organ intim. Untuk itu, diperlukan berbagai hak yang bisa menunjang kebersihan organ intim tersebut. Salah satunya dengan penggunaan produk sabun kewanitaan

Hal yang paling penting adalah Anda harus menggunakan sabun yang khusus serta aman agar tidak mengakibatkan iritasi hingga infeksi di vagina Anda. Untuk menghilangkan kegundahan Anda dalam menentukan obat atau produk sabun kewanitaan yang Aman, berikut ini daftar sabun kewanitaan yang direkomendasikan. 

Sabun kewanitaan diformulasikan untuk menjaga kebersihan area organ intim

Rangkaian produk sabun pembersih area kewanitaan itu juga bisa anda dapatkan melalui Toko sehatQ. Di sana sangat terjamin aman dan dengan harga yang sangat affordable.   

Rekomendasi Sabun Kewanitaan Yang Aman 

Untuk menjaga kebersihan area intim kewanitaan Anda, berikut inilah daftar sabun kewanitaan yang bisa Anda coba. 

1. Sumber Ayu Manjakani Keset 

Produk sabun wanita yang satu ini mengandung bahan alami. Di antaranya, manjakani, kayu rapet, daun sirih, serta asam laktat. Sabun kewanitaan itu diformulasikan dengan pH 3,5 yang mana hal itu sesuai dengan kondisi alami area kewanitaan Anda. 

Sumber Ayu Manjakani Keset juga telah teruji secara klinis guna membersihkan kulit di sekitar area kewanitaan Anda. Bahkan, penggunaan produk ini diklaim dapat membuat area tersebut terasa lebih kencang. Dengan ukuran 90 ml, harganya dibanderol sekitar Rp 18.000. 

2. Sebamed Feminine Intimate Wash Sensitive 

Produk kewanitaan yang satu ini diformulasikan untuk kulit sensitif yang mengandung bahan aktif bisabolol dan aloe vera. Bahan aktif tersebut bersifat lembut serta bisa melembabkan. Bahkan, produk itu  bebas dari larutan alkali serta zat pewarna yang kerap menimbulkan iritasi pada kulit Anda. 

Tingkat pH dalam produk ini adalah 3,8 yang berfungsi menjaga keseimbangan bakteri miss V Anda. Terutama saat dan setelah Anda melahirkan. Harga produk tersebut dibanderol sekitar Rp 132.000 – Rp 200.00.

3. Lactacyd Feminine Hygiene

Produk kewanitaan mengandung lactoserum dan lactic acid dari ekstrak susu dalam kandungan produk itu. Manfaatnya untuk membersihkan area V serta menjaga keseimbangan pH alami. 

Untuk menggunakannya, Anda perlu melarutkan produk dengan sedikit air. Kemudian, bersihkanlah area intim Anda, lalu bilas dengan bersih. Sabun kewanitaan tersebut cukup digunakan dua kali dalam seminggu. Harganya berkisar Rp 26.500-Rp 181.400. 

4. Purbasari Sabun Sirih Feminine Wash 

Sabun kewanitaan yang satu ini mengandung ekstrak daun sirih yang dikenal dengan kandungan antijamur. Produk tersebut juga dilengkapi dengan kandungan Tego Deo dan aroma herbal daun sirih. Fungsinya adalah membantu menghilangkan bau tidak sedap di daerah kewanitaan Anda. 

Sabun kewanitaan ini memiliki pH 3.5 sehingga aman untuk digunakan sehari-hari. Purbasari Sabun Sirih juga memiliki aroma yang tidak menyengat. Harga produknya berkisar Rp 6.000– Rp 12.000. 

5. Betadine Feminine Hygiene Iodine 10% 

Betadine memang terkenal akan deretan produk antiseptik kesehatannya. Produk tersebut juga menghadirkan produk sabun kewanitaan dengan kandungan povidone-iodine 10 persen.  

Produk Betadine Feminine Hygiene merupakan obat bebas khusus untuk mengatasi iritasi ringan serta keputihan pada organ intim yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun jamur. Karena itu, penggunaan obat ini haruslah sesuai dosisnya berdasar petunjuk dokter. Harga produk ini mulai Rp 27.100- Rp 90.000. 

Kenali bakteri baik dalam vagina

Terdapat banyak bakteri baik di dalam vagina. Keberadaan bakteri tersebut berfungsi untuk melindungi vagina itu sendiri. Sebagaimana banyak peneliti yang mengungkapkan bahwa vagina mengandung lebih banyak bakteri daripada di tempat lain di tubuh setelah usus, tetapi bakteri ada karena suatu alasan. 

Bakteri baik di dalam vagina memberikan “dominasi numerik” atau jumlahnya melebihi jumlah bakteri berbahaya potensial lainnya yang mungkin masuk ke dalam vagina Anda. 

Bakteri tersebut berfungsi membantu menjaga keseimbangan pH vagina pada tingkat yang merata, yang membantu menjaga keseimbangan bakteri tetap sehat. Dari sanalah bakteriosin atau antibiotik alami dihasilkan untuk mengurangi atau membunuh bakteri lain yang masuk ke dalam vagina. 

Kemudian, menghasilkan zat yang berhenti menyerang bakteri yang menempel pada dinding vagina. Fungsinya ialah mencegah bakteri menyerang jaringan. Apabila keseimbangan bakteri terganggu, hal itu bisa mengakibatkan infeksi dan peradangan. 

Lebih lanjut, bakteri yang disebut lactobacilli membantu menjaga keseimbangan pH vagina pada tingkat normal yang rendah (kurang dari pH 4,5), yang juga mencegah pertumbuhan organisme lain. Apabila pH vagina meningkat, kualitas ataupun jumlah laktobasilus dapat turun dan bakteri lain dapat berkembang biak. 

Hal tersebut dapat mengakibatkan infeksi seperti bakterial vaginosis atau sariawan, yang dapat menyebabkan gejala termasuk gatal, iritasi, hingga keputihan yang tidak normal.

Cara merawat area kewanitaan dengan baik

Untuk merawat area kewanitaan Anda, sebaiknya hindari sabun kewanitaan yang memiliki aroma tajam, gel, dan antiseptik karena dapat memengaruhi keseimbangan bakteri dan tingkat pH yang sehat di vagina sehingga mengakibatkan iritasi. 

Anda perlu menggunakan sabun biasa tanpa pewangi untuk mencuci area sekitar vagina (vulva) dengan lembut setiap hari. Sebab, vagina akan membersihkan dirinya dengan cairan vagina alami atau yang disebut keputihan.  

Selama periode Anda, mencuci lebih dari sekali sehari dapat membantu menjaga kebersihan area perineum antara vagina dan anus. Di sisi lain, apabila Anda mengalami iritasi atau gejala vulva, hal pertama yang dapat dilakukan adalah menggunakan sabun biasa yang non-alergi. 

Karena itu, apabila penggunaan sabun kewanitaan diperlukan, gunakanlah berdasar pH yang sesuai dan jangan terlalu sering mencuci area kewanitaan Anda dalam sehari. Penggunaan yang tepat akan membuat area kewanitaan Anda sehat. Sebaliknya, penggunaan yang berlebihan bisa mengakibatkan iritasi hingga infeksi. 

Atasi Nyeri Haid dengan Feminax dan Pengobatan Rumahan

Nyeri haid adalah sesuatu yang umum dan kerap terjadi dalam siklus menstruasi. Nyeri haid biasanya dirasakan sebagai kram otot yang terasa menyakitkan di bagian perut yang nantinya akan menyebar ke bagian punggung dan paha.

Namun, rasa sakit kadang-kadang datang secara intens. Oleh karena itu, obat untuk mengatasi nyeri haid seperti Feminax terkadang dibutuhkan untuk meredakan kram yang timbul saat menstruasi.

Tak hanya itu, nyeri haid terkadang terjadi bervariasi pada setiap periode. Beberapa periode menstruasi terkadang menyebabkan sedikit atau ketidaknyamanan atau bahkan menyakitkan. Bahkan, terkadang nyeri panggul juga terjadi saat Anda tidak sedang menstruasi.

Penyebab Nyeri Haid

Nyeri haid dapat terjadi saat otot dinding rahim mengencang atau berkontraksi. Kontraksi ringan dapat terus terjadi di rahim tetapi biasanya hanya terjadi ringan pada sebagian wanita. Selama menstruasi, dinding rahim akan berkontraksi lebih kuat karena berfungsi untuk membantu membuat lapisan rahim luruh.

Ketika dinding rahim berkontraksi, maka pembuluh darah yang melapisi rahim akan tertekan. Hal tersebut akan memotong suplai darah dan oksigen ke dalam rahim. Saat terjadi hal itu, maka jaringan di rahim akan melepaskan suatu bahan kimia yang memicu rasa sakit.

Sementara tubuh Anda sedang melepaskan suatu bahan kimia pemicu rasa sakit tersebut, maka tubuh juga memproduksi bahan kimia lain yang disebut dengan nama prostaglandin yang berfungsi untuk mendorong otot rahim untuk berkontraksi lebih banyak, yang akan meningkatkan tingkat rasa sakit.

Hingga sekarang masih belum diketahui mengapa beberapa wanita sering mengalami nyeri haid yang lebih parah daripada wanita yang lain. Hal tersebut mungkin berkaitan dengan penumpukan prostaglandin yang artinya mereka akan mengalami kontraksi yang lebih kuat.

Nyeri Haid Akibat Kondisi Medis

Meski Anda bisa mengatasi nyeri haid dengan menggunakan obat yang dijual bebas seperti Feminax, Anda harus mengetahui beberapa penyebab dari timbulnya nyeri haid, seperti berikut ini.

Nyeri haid dapat terjadi akibat kondisi medis. Nyeri haid tersebut biasanya terjadi pada wanita yang berusia 30 hingga 45 tahun. Kondisi medis yang menyebabkan nyeri hadi meliputi:

Endometriosis

Sel-sel yang melapisi rahim tumbuh di tempat lain, seperti saluran tuba dan ovarium. Sel-sel tersebut juga dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat saat terlepas.

Fibroid

Fibroid adalah tumor non kanker yang dapat tumbuh di dalam atau sekitar rahim yang membuat nyeri haid terasa menyakitkan

Penyakit Radang Panggul

Infeksi bakteri dapat terjadi di rahim, saluran tuba dan ovarium yang bisa menjadi sangat meradang

Adenomiosis

Salah satu hal yang membuat nyeri haid terasa sangat menyakitkan yaitu karena terdapat adenomiosis, di mana terdapat suatu jaringan endometrium yang tumbuh ke dalam dinding rahim. 

Pengobatan Nyeri Haid

Anda dapat mengobati nyeri atau kram perut akibat haid atau menstruasi dengan mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti Feminax. Namun, Anda juga bisa menggunakan pengobatan rumahan lain seperti berikut ini.

1. Menggunakan Tambalan Panas

Tambalan atau bungkus yang dipanaskan bisa ditempelkan pada perut yang berguna untuk membantu mengendurkan otot-otot rahim. Otot yang berkontraksi inilah  yang menyebabkan nyeri haid. Oleh karena itu, panas diperlukan untuk meningkatkan sirkulasi darah di perut sehingga mengurangi rasa sakit.

2. Pijat Perut dengan Minyak Esensial

Minyak esensial diketahui dapat membantu meredakan kram saat dipijat ke perut, apalagi jika digunakan dalam campuran minyak. Anda bisa menggunakan minyak lavender, sage, mawar, kayu manis, dan cengkeh untuk meredakan nyeri haid karena mampu meningkatkan sirkulasi darah.

3. Olahraga

Olahraga tipe aerobik intensitas rendah hingga sedang terbukti dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan karena nyeri haid. 

Selain pengobatan rumahan, Anda juga bisa mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti Feminax untuk meredakan nyeri haid yang timbul saat menstruasi. Hal ini karena Feminax mengandung parasetamol 500 mg dan ekstrak hyoscyami sebanyak 7.6 mg.

Akan tetapi, Anda tidak boleh mengonsumsi Feminax secara berlebihan karena dapat meningkatkan risiko keracunan zat besi. Dosis penggunaannya yaitu untuk dewasa 1 hingga 2 tablet sebanyak 3 kali per hari, sedangkan untuk anak-anak atau remaja usia 10 hingga 16 tahun 1 tablet sebanyak 3 kali per hari dan dikonsumsi setelah makan. Anda juga tidak boleh mengonsumsi Feminax dalam jangka waktu yang lama, dan tidak boleh diminum oleh penderita gangguan fungsi hati atau ginjal.

Untuk Anda yang ingin mendapatkan obat Feminax Tablet untuk mengatasi nyeri haid atau menstruasi, Anda bisa mendapatkannya dengan harga Rp 3.000 untuk kemasan 1 strip isi 4 tablet.

Mengenal Betadine Feminine Hygiene

Betadine feminine hygiene adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi masalah kewanitaan pada wanita. Didalamnya, terdapat kandungan povidone iodine sebanyak 10%. Beberapa indikasi atau manfaat yang dihasilkan dari penggunaan betadine feminine hygiene adalah:

  • membersihkan organ kewanitaan
  • mengobati infeksi yang terjadi pada organ kewanitaan
  • mencegah dan membantu mengurangi keputihan
  • mengurangi rasa gatal yang terjadi akibat keputihan
  • mencegah timbulnya bau tak sedap pada organ kewanitaan

Cara penggunaan betadine feminine hygiene:

Betadine feminine hygiene dapat digunakan sesuai petunjuk penggunaan yang tertera pada kotak atau anjuran dokter. Anda dapat meneteskan 2-3 tetes produk betadine feminine hygiene dengan air bersih sebanyak 1 liter kemudian basuh area luar kewanitaan dengan air yang sudah dicampurkan secara perlahan.

Diamkan selama 1 menit kemudian basuh kembali menggunakan air bersih. Pastikan tangan dan area kewanitaan dalam keadaan yang sudah bersih sebelum menggunakannya. Produk ini dapat Anda gunakan maksimal 2 kali dalam sehari pada pagi dan sore hari atau sesuai kebutuhan dan petunjuk dokter. 

Bagaimana cara obat ini bekerja?

Obat ini bekerja sebagai antiseptik dengan melindungi organ kewanitaan dari infeksi serta virus penyebab masalah kewanitaan seperti keputihan, gatal-gatal, bau tak sedap pada area kewanitaan.

Apakah ada efek samping yang dihasilkan dari penggunaan betadine feminine hygiene?

Penggunaan betadine feminine hygiene yang digunakan sesuai anjuran, umumnya jarang menimbulkan efek samping yang berarti. Namun jika terjadi beberapa gejala berupa ruam, gatal, merah, akibat alergi kandungan obat, atau rasa nyeri yang luar biasa dan disertai bengkak pada vagina hentikan penggunaan betadine feminine hygiene dan langsung konsultasikan efek samping yang terjadi pada dokter spesialis.

Bagaimana cara penyimpanan betadine feminine hygiene?

  • Simpan obat ini pada ruangan dengan suhu yang normal 
  • Jangan menyimpannya pada ruangan yang terlalu dingin atau terlalu panas
  • Hindari menyimpan obat betadine feminine hygiene pada tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung
  • Jauhi obat ini dari jangkauan anak-anak

Adakah hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan obat ini?

  • Wanita dengan riwayat alergi pada kandungan povidone iodine tidak disarankan menggunakan betadine feminine hygiene
  • Jangan menggunakan betadine feminine hygiene terus menerus dalam waktu yang lama karena ditakutkan hanya akan membunuh bakteri-bakteri baik yang seharusnya tetap ada pada organ kewanitaan
  • Wanita dengan program kehamilan, hamil, dan menyusui sebaiknya mengkonsultasikan penggunaan obat terlebih dahulu pada dokter sebelum menggunakannya
  • Hentikan pemakaian bila masalah kewanitaan yang dialami tidak menunjukkan perubahan

Seputar Waist Trainer Korset Pelangsing

Waist trainer adalah sejenis korset pelangsing yang bertujuan untuk memperkecil pinggul dan membantu orang-orang mendapatkan bentuk tubuh layaknya gelas pasir. Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan korset pelangsing ini, penting untuk memahami bahwa produk ini belum tentu aman dan efektif dalam membantu Anda mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. 

Korset pelangsing dapat membantu memiliki perut yang ramping

Waist trainer adalah garmen dengan bentuk yang menyerupai korset pelangsing. Sama seperti korset pelangsing, waist trainer akan menarik bagian tengah tubuh seseorang sekencang mungkin. Waist trainer umumnya terbuat dari kombinasi antara kain yang kuat dan serat yang keras. Velcro, kait, dan tali atau pengencang yang kuat lainnya akan menjaga agar wais trainer tetap kencang dan berada pada tempatnya. Mereka yang mendukung penggunaan “alat pelangsing” menyatakan bahwa sangat mungkin untuk “melatih” pinggang untuk memiliki bentuk yang lebih ramping dan langsing setelah sering memakai korset pelangsing dalam waktu yang lama. Bahkan, beberapa orang menyatakan memakai waist trainer korset pelangsing saat berolahraga dapat membantu menurunkan berat badan. 

Apakah alat ini efektif berfungsi?

Waist trainer bekerja dengan cara yang sama dengan korset pelangsing, yang mana sekarang sudah jarang digunakan karena tidak nyaman, ketinggalan jaman, dan menyebabkan kekhawatiran kesehatan. Waist trainer dapat menghasilkan pengurangan ukuran pinggang atau lingkar pinggang sementara, dan seseorang akan melihat hasilnya dengan cepat. Namun, setelah waist trainer atau korset pelangsing dilepaskan, pinggang akan kembali ke bentuk semula dan tidak lagi terlihat lebih kecil. Selain itu, waist trainer tidak mengurangi lemak tubuh seseorang. Jika Anda berupaya untuk mengurangi jumlah lemak di perut atau menurunkan berat badan secara keseluruhan, Anda tidak bisa mengandalkan korset pelangsing dan waist trainer sebagai solusinya. Namun, seseorang dapat kehilangan nafsu makan saat menggunakan waist trainer. Ini dikarenakan garmen ini akan memberikan tekanan pada lambung, yang mana dapat memberikan perasaan kenyang yang palsu. 

Selain hanya memberikan tampilan jam pasir sementara, ada risiko yang dibawa oleh waist trainer korset pelangsing. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan tubuh seseorang. Waist trainer dapat berpotensi membahayakan seseorang apabila membuat pengguna kesulitan bernapas, memaksa organ-organ tubuh bagian dalam pada posisi yang sempit yang dapat menyebabkan kerusakan permanen seiring berjalannya waktu, patang tulang rusuk, dan menyebabkan refluks asam dan gangguan pencernaan lainnya. 

Sebuah laporan tahun 2018 menyatakan bahwa menggunakan waist trainer seperti korset pelangsing pada saat Anda berolahraga dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Para peserta menunjukkan adanya sesak napas, berkeringat, dan meningkatnya rasa nyeri saat mereka memakai waist trainer korset pelangsing saat melakukan manuver pernapasan untuk menstimulasi latihan. Menurut ABCS, memakai waist trainer dapat mengurangi kapasitas paru-paru sebesar 30 hingga 60 persen. Waist trainer korset pelangsing juga dapat menyebabkan penumpukan cairan dan peradangan pada paru-paru. 

Menekan bagian perut menggunakan tekanan yang konstan dari waist trainer korset pelangsing juga dapat menyebabkan organ tubuh bagian dalam seperti hati dan ginjal untuk berpindah ke posisi yang tidak tepat dan alami. Pergerakan organ tubuh bagian dalam tersebut dapat memengaruhi aliran darah, dan juga mengubah seberapa baik organ-organ tubuh tersebut berfungsi. Bahkan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan organ permanen. Pergerakan organ karena korset pelangsing juga dapat memengaruhi organ pencernaan, seperti kerongkongan, lambung, dan usus. Tidak hanya mengganggu pencernaan, tekanan yang konstan dapat memaksa asam lambung untuk naik ke kerongkongan dan menyebabkan maag. Jika seseorang menderita GERD, memakai korset pelangsing dapat memperparah gejala kondisi yang diderita.