Mitos Makanan Pencegah Kehamilan

Sejak dulu sampai sekarang beredar kepercayaan ada makanan pencegah kehamilan. Di sisi lain, jumlah orang yang mempercayainya juga tak sedikit. Tentu saja hal itu tak lepas dari kebiasaan orang yang kerap memberikan informasi dari mulut ke mulut, sehingga membuat pihak yang percaya semakin banyak. 

Adapun beberapa jenis makanan pencegah kehamilan yang dipercayai itu seperti nanas muda, pepaya, lemon, jahe, dan lain sebagainya. Dari beberapa jenis tersebut biasanya dikonsumsi sebelum atau sesudah melakukan hubungan badan. Kendati demikian, sebetulnya sampai saat ini secara medis makanan tersebut belum terbukti ampuh mencegah kehamilan bagi manusia. 

Oleh sebab itulah, makanan pencegah kehamilan yang banyak dipercayai itu masuk ke dalam kategori mitos belaka. Adapun berbagai sumber menjelaskan, masih diyakininya mitos tersebut disebabkan karena informasi perihal makanan untuk mencegah kehamilan masih saja banyak beredar. Di sisi lain, kepercayaan tersebut masih diyakini kebenarannya karena ada sugesti dari alam bawah sadar. 

Padahal secara ilmiah, makanan pencegah kehamilan nan diyakini tersebut belum terbukti secara ilmiah sampai sekarang, dan penelitian yang sudah ada baru menyasar pada hewan. Misalnya terkait biji lemon bila dicampurkan sama petroleum eter dan alkohol dapat mencegah kehamilan. Hal itu memang betul. Akan tetapi, penelitiannya baru terbatas sama tikus, bukan manusia. 

Adapun apabila ada yang merasakan kalau makanan pencegah kehamilan yang diyakini tersebut ampuh, maka kemungkinan yang terjadi adalah karena sugesti atau adanya kondisi medis yang belum diketahui. Oleh karena itu, sebetulnya sangat disarankan agar anda tak meyakini adanya makanan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Apabila makanan tersebut sudah teruji secara ilmiah, barulah anda diperkenankan meyakininya. 

Di sisi lain, jika anda ingin menunda memiliki anak, maka yang disarankan adalah menggunakan alat atau metode kontrasepsi. Saat ini, sudah banyak sekali KB yang dapat anda pilih. Umumnya, alat KB yang kerap digunakan adalah kondom. Sebagai informasi, kondom memiliki tingkat efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan. Di sisi lain, kondom juga bisa menghindari anda dari penyakit seksual menular. 

Jika anda dan pasangan enggak ingin menggunakan kondom, maka anda atau pasangan anda dapat minum pil KB. Sama seperti kondom, pil KB juga mempunyai tingkat efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan. Di sisi lain, apabila enggan mengonsumsi pil, maka anda bisa pula memilih jenis kontrasepsi lainnya, seperti KB suntik, implan, KB spiral, dan masih banyak lagi lainnya. 

Oleh sebab itulah, daripada anda meyakini ada makanan pencegah kehamilan, lebih baik anda menggunakan alat atau metode kontrasepsi. Sebab, selain terbilang aman, jenis KB yang beredar saat ini juga sudah teruji secara ilmiah. Walau begitu, anda dan pasangan juga tetap waspada karena ada jenis KB yang memiliki efek samping, meskipun efek sampingnya terbilang ringan atau setidaknya masih dapat ditangani. 

Demikian penjelasan ringkas mengenai mitos makanan pencegah kehamilan. Alih-alih mempercayainya, lebih baik anda menggunakan alat kontrasepsi untuk cegah kehamilan di luar rencana. Namun, jika tetap ingin mengonsumsi makanan tersebut juga tak masalah, asal tujuannya untuk kesehatan bukan mencegah kehamilan. 

Akhir kata, semoga artikel ini bisa membantu anda guna memahami kalau makanan pencegah kehamilan hanya mitos belaka untuk sementara ini. Besar harapan usai membaca tulisan ini anda tak lagi mempercayai kalau ada makanan yang bisa mencegah kehamilan. Sebab itulah, jika ingin menunda memiliki anak jauh lebih baik anda menggunakan alat kontrasepsi.

Kenali Bayi Cegukan dalam Kandungan, Apa yang Bumil Rasakan?

Saat usia kehamilan menginjak 13-20 minggu biasanya ibu hamil akan mulai merasakan adanya pergerakan bayi di dalam perut. Pada trimester kedua kehamilan, pergerakan bayi sudah mulai aktif dan ibu hamil akan mulai merasakan adanya tendangan ataupun dorongan janin dari dalam perut. Setelah menginjak usia kehamilan minggu ke 24, ibu hamil mungkin juga akan merasakan bayi cegukan dalam kandungan. Biasanya hal ini ditandai dengan adanya hentakan seperti tendangan namun lebih pelan dan terjadi secara berulang.

Pada umumnya, bayi cegukan dalam kandungan saat memasuki trimester ketiga atau bahkan semester awal kehamilan. Sebuah penelitian menunjukan bahwa bayi dalam kandungan biasanya akan mengalami peningkatan frekuensi cegukan setiap harinya setelah usia kandungan menginjak 28 minggu. Namun, apabila janin mengalami cegukan lebih dari 4 kali setiap harinya, mungkin Anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk dicek lebih lanjut.

Cegukan bayi di dalam kandungan merupakan hal normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila cegukan terjadi secara terus- menerus pada trimester akhir kehamilan, Anda perlu mewaspadainya. Karena hal itu dapat menjadi pertanda adanya masalah pada tali pusar janin di dalam kandungan. 

Meskipun demikian, cegukan juga bisa diartikan sebagai petanda baik. Bayi cegukan dalam kandungan dapat menandakan bahwa bayi berkembang dengan baik dan sehat. Ketika bayi mengalami cegukan, dapat diartikan bayi mulai memiliki kemampuan untuk menghirup cairan ketuban ke dalam paru-paru dan kemudian melepaskannya kembali, seperti seseorang yang menghirup dan menghembuskan udara. Hal ini menunjukan bahwa diafragmanya berkembang dengan baik. 

Pada kondisi ini, seringkali ibu hamil masih sulit mengartikan mana yang merupakan tendangan ataupun cegukan yang dialami bayi dalam kandungan. Karena memang keduanya memiliki tanda- tanda yang hampir sama, sehingga ibu hamil harus mampu mengenali dan membedakan keduanya. Berikut beberapa perbedaan cegukan dan tendangan janin di dalam kandungan:

Usia Kehamilan

Hal pertama yang dapat menjadi pembeda antara cegukan dan tendangan pada janin adalah usia kehamilan. Pada umumnya, cegukan pada bayi mulai dapat dirasakan ketika usianya kandungan mulai memasuki trimester kedua dan awal trimester ketiga. Dibandingkan dengan cegukan, pergerakan janin sudah dapat dirasakan oleh ibu hamil secara langsung pada awal- awal kehamilan. Pada usia 4 bulan, rata- rata ibu hamil sudah mulai merasakan dengan jelas adanya pergerakan janin di dalam perut. Pergerakan janin akan berangsur lebih lama dibandingkan cegukan pada bayi. 

Pergerakan bayi masih bisa ibu hamil rasakan hingga proses melahirkan, sedangkan cegukan pada bayi akan mulai menghilang ketika kehamilan memasuki umur 32 minggu atau mendekati proses persalinan. Kedua proses tersebut merupakan hal normal yang terjadi selama masa kehamilan. Namun, dapat dikatakan tidak normal apabila pada usia kehamilan di atas 32 minggu janin masih mengalami cegukan yang terus menerus. 

Respon yang diberikan oleh bayi 

Untuk membedakan antara tendangan dan cegukan pada janin, ibu hamil perlu memperhatikan respon gerakan yang ditunjukan oleh janin di dalam kandungan. Seringkali bayi akan merespon setiap gerakan yang diberikan oleh ibu hamil. Janin akan terasa ikut bergerak terus menerus dan berpindah tempat di dalam kandungan selama ibu bergerak. Namun, ketika ibu hamil berhenti melakukan pergerakan, janin di dalam kandungan juga akan mengentikan pergerakannya. Kondisi ini dapat disebut sebagai tendangan dari janin.

Sedangkan cegukan akan dapat dirasakan oleh ibu hamil ketika duduk tenang dan dalam kondisi relaks. Ketika itu ibu hamil akan merasakan adanya hentakan dari salah satu area perut yang terjadi secara berulang. Hal itu merupakan bentuk cegukan bayi dalam kandungan. Cegukan pada bayi ini merupakan hal yang normal dan menjadi pertanda bahwa bayi mengalami perkembangan yang baik. 

Penyebab Kondisi

Selain usia kehamilan dan respon yang diberikan bayi, cegukan dan tendangan janin dapat dibedakan dari penyebab kondisinya. Gerakan pada janin dapat dirasakan oleh ibu hamil dengan adanya tendangan ke perut ibu yang terjadi secara alami. 

Gerakan menendang janin ini berguna untuk memberikan tekanan dan melatih otot , tulang, dan sendi agar lebih kuat. Tak hanya itu, tendangan bayi dalam kandungan juga dapat terjadi sebagai bentuk responnya terhadap lingkungan sekitar, seperti ketika ada suara yang terlalu kencang, sorotan cahaya yang terlalu terang, ibu hamil yang mengkonsumsi makanan tertentu.

Sedangkan bayi cegukan dalam kandungan belum dapat dipastikan secara pasti penyebabnya. Namun, beberapa studi mengatakan bahwa cegukan pada janin di dalam kandungan terjadi karena proses pematangan organ paru paru. Ketika cegukan, bayi sudah mulai memiliki kemampuan untuk menghirup cairan ketuban hingga memasuki paru- paru kemudian akan secara alami keluar kembali dengan adanya gerakan memompa dari diafragma. Selain itu, cegukan pada janin juga dapat membantu menguatkan otot- otot pernafasannya. 

Semoga penjelasan mengenai bayi cegukan dalam kandungan di atas dapat membantu ibu hamil untuk lebih mengetahui dan mengenali setiap pergerakan bayi di dalam perut. Cegukan pada janin merupakan hal wajar sehingga ibu tidak perlu khawatir. Meskipun cegukan dan tendangan bayi memiliki tanda-tanda yang sama, namun ibu dapat membedakannya seperti poin yang telah dijelaskan di atas.

Ibu Muda Wajib Tahu! Berikut Cara Menggunakan Test Pack

Pasangan suami istri tentunya sangat menantikan hadirnya buah hati dalam kehidupan rumah tangga. Cara paling mudah untuk mengetahui apakah kekasih atau istri sedang hamil atau tidak yaitu dengan penggunaan test pack. Namun, tidak jarang bagi pengantin muda, masih sering merasa bingung tentang cara menggunakan test pack. 

Jangan sedih apabila saat melakukan cek kehamilan, test pack menunjukkan hasil yang negatif. Bisa jadi hasil yang ditunjukkan bukanlah hasil yang akurat. Ketidakakuratan hasil saat melakukan tes kehamilan menggunakan test pack bisa disebabkan oleh banyak hal.

Mulai dari salah cara menggunakan test pack, test pack yang digunakan sudah kadaluarsa, atau bisa juga karena terburu-buru saat menggunakan alat ini. Terlebih test pack menggunakan aturan waktu penggunaan Yang harus dipatuhi. 

Cara Penggunaan Test Pack yang Benar dan Tepat

Untuk meminimalisir adanya kesalahan saat melakukan uji coba tes kehamilan, berikut ini cara menggunakan test pack yang wajib pasangan muda ketahui.

1. Siapkan wadah atau penampung urin

Sebaiknya siapkan peralatan yang dibutuhkan dalam menggunakan alat tes kehamilan. Biasanya wadah ini sudah disediakan bersamaan dengan pembelian alat test pack. Namun ada juga beberapa jenis test pack yang tidak menyertakan wadah atau alat penampung urin. 

Jika tidak disertakan wadah atau penampung, kamu bisa menggunakan wadah pengganti asal masih bersih dan steril. Apabila kamu tidak menemukan wadah yang tepat kamu bisa langsung mengguyurkan urin pada alat test pack. 

Namun, berhati-hatilah jangan sampai urin yang diteteskan pada test pack melebihi garis batas. 

2. Celupkan Test Pack pada Wadah 

Jika menggunakan wadah atau tempat menampung urin, maka celupkan test pack pada wadah hanya pada bagian putihnya saja. Pastikan kamu mencelupkan test pack sampai di bawah garis MAX. Jangan melebihi garis MAX karena bisa mempengaruhi keakuratan hasil dari tes yang dilakukan. 

3. Tunggu beberapa saat lalu angkat Test Pack

Setelah mencelupkan test pack pada wadah urin tunggu sekitar 5 detik lalu angkat test pack. Biasanya, karena tidak sabaran pasangan muda akan langsung melihat hasil pada test pack setelah pencelupan alat pada urine. Padahal hal ini tidaklah tepat untuk dilakukan.

Setelah test pack diangkat dari wadah urine kamu masih harus menunggunya kurang lebih sekitar 10 menit. Tunggu sampai garis pada test pack tidak berubah-ubah warna lagi.

Setelah 10 menit kamu bisa memperhatikan garis yang muncul pada alat test pack. Apabila terdapat dua garis maka kamu kemungkinan besar sedang hamil. 

Sebaliknya apabila hanya muncul satu garis besar kemungkinan kamu tidak sedang dalam kondisi hamil.

4. Pilih waktu yang tepat

Setelah mengetahui cara menggunakan test pack yang benar, hal lainnya yang perlu kamu perhatikan adalah waktu penggunaan test pack. Beberapa ahli dalam bidang Kebidanan dan kandungan menyarankan Jika waktu yang baik saat menggunakan test pack adalah di pagi hari.

Saat pagi hari, kadar HCG pada urin masih sangat tinggi. Kadar HCG yang tinggi akan mempengaruhi hasil cek kehamilan menjadi lebih akurat. Sebaliknya apabila kamu melakukan cek kehamilan di siang  atau sore hari kemungkinan besar hasilnya tidak akan lebih akurat saat melakukan tes kehamilan di pagi hari. 

Hal ini disebabkan karena kadar pada urin sudah tidak stabil akibat pengaruh dari makanan dan minuman yang dikonsumsi pada hari itu. 

Selain memperhatikan waktu penggunaan test pack, pastikan kamu memakai alat ini saat sudah terlambat haid. Apalagi kadar HCG pada urin akan semakin tinggi ketika sudah memasuki 2 sampai 3 hari di minggu pertama kehamilan. Itu tadi cara penggunaan test pack yang benar, semoga bermanfaat.