Cara Menanam Jahe di Polybag

Jahe adalah tanaman yang berasal dari Asia dan sering digunakan untuk bahan ramuan tradisional. Di Indonesia, jahe sering direbus dan airnya akan diminum guna meningkatkan sistem imun tubuh. Awal pandemi COVID-19 jahe harga jahe sempat melambung tinggi, hal tersebut tentu menyusahkan pada pencinta jahe. Nah jika Anda menyukai jahe dan sering mengonsumsinya, Anda bisa mencoba menanam jahe. Cara menanam jahe tidak terlalu sulit, asalkan Anda memiliki waktu dan telaten untuk mengurusnya.

Cara Menanam Jahe di Polybag dan Langkah Merawatnya agar Panen

Cara Menanam Jahe di Polybag

Selain dengan menggunakan pot, Anda bisa menanam jahe dengan polybag. Polybag merupakan plastik khusus yang biasanya digunakan sebagai tempat bertanam. Menanam dengan polybag merupakan alternatif bagi Anda yang tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam.

Berikut cara menanam jahe yang bisa Anda coba di rumah.

  1. Persiapan

Karena menggunakan polybag, tentu Anda akan harus menyediakan polybag dengan ukuran setidaknya minimal 40×50 cm. Persiapkan juga pupuk organik dan tanah. Untuk tanahnya sendiri, gunakan tanah yang gembur dengan tekstur lempung berpasir atau liat berpasir. Jika tanah yang Anda gunakan memiliki fraksi tanah liat cukup tinggi, maka Anda bisa mencampurkannya dengan pasir.

  1. Pemilihan Bibit

Usahakan bibit yang Anda gunakan memiliki mutu fisiologik dan mutu fisik. Mutu fisiologik adalah bibit harus memiliki persentase tumbuh yang tinggi sedangkan mutu fisik, bibit yang digunakan harus bebas dari hama dan penyakit. 

Pilih bibit yang berumur 9 – 10 bulan keatas dengan rimpang besar serta memiliki warna cerah dan tekstur yang mulus. Anda bisa menjemur rimpang jahe sekitar 1 – 1,5 bulan dalam suhu ruangan namun jangan sampai kering.

Proses berubah menjadi kecambah memakan waktu sekitar 2 minggu. Lalu rendam bibit dan letakkan di tempat lembab dan tertutup agar kecambah bisa tumbuh dengan baik. Periksa bibit setiap hari, dan basahi jika bibit sudah mulai terlihat kering. Dan jika kecambah sudah tumbuh, maka sudah siap disemai.

Cara menyemainya cukup mudah, letakkan di atas bulir padi atau jerami lalu tutup lagi dengan bulit padi tersebut selama dua minggu. Lalu letakkan di tempat yang tidak langsung terkena matahari dan bersuhu lembab. Periksa terus kadar kelembaban bulir padi, jika sudah kering maka siram dengan air.

  1. Cara Menanam Jahe

Pindahkan bibit jahe yang sudah keluar tunas ke polybag. Anda bisa menanam tiga hingga lima rimpang dalam satu polybag. Saat menanam, tunas berada di atas dan tutup dengan tanah hingga ketinggian tiga hingga lima cm.

Letakkan polybag pada tempat yang tidak langsung terkena matahari dan berikan siram setiap hari. Berikan pupuk saat tanaman berusia dua bulan. Anda bisa memberikannya pupuk hingga tiga kali sebelum panen. 

Anda bisa menyemprotkan insektisida guna menyingkirkan hama serta menjaga kualitas tanaman tetap sehat. Singkirkan gulma yang ada disekitar tanaman.

Selain itu, tambahkan media tanam sekitar 10 cm setiap 25 hari sekali.

  1. Pemanenan

Tanaman jahe dapat panen dalam waktu 10 bulan. Namun jika Anda ingin jahe dengan kualitas terbaik, maka Anda bisa memanen di bulan ke 12. Pada bulan ini, jahe sudah cukup tua dan polybag memiliki berat dua hingga lima kilogram.

Anda bisa memanen tanaman jahe yang bagian batangnya sudah menguning dan kering lalu robek plastik polybag. Dan pisahkan jahe dengan tanah lalu bersihkan dengan air.

Cara menanam jahe di polybag cukup mudah bukan? Anda juga tidak membutuhkan tempat yang luas untuk menanam tanaman tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *