Amankah Penggunaan Baby Walker untuk Anak? Ini Penjelasan IDAI

Amankah Penggunaan Baby Walker untuk Anak? Ini Penjelasan IDAI

Saat anak sudah mulai masuk fase belajar berjalan, tak sedikit orang tua yang masih menggunakan baby walker dengan tujuan merangsang motorik anak agar bisa cepat berjalan.

Namun, berdasarkan beberapa penelitian baru-baru ini, ternyata penggunaan baby walker tidak disarankan, loh! Bahkan, penggunaannya bisa membahayakan anak. 

Dilaporkan apabila sebanyak 64-85% terjadi kecelakaan pada bayi akibat penggunaan baby walker. Laporan dari American Academy of Pediatrics tahun 1999 juga menyebutkan apabila sebanyak 8800 bayi dilarikan ke Unit Gawat Darurat karena terjatuh setelah menggunakan baby walker

Agar tidak salah pilih dan mengetahui apa yang cocok untuk merangsang bayi cepat berjalan, begini penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Risiko penggunaan baby walker

Tak sedikit orang tua zaman now yang menganggap bahwa baby walker bisa membantu menstimulasi otot kaki bayi, sehingga bayi bisa berjalan lebih cepat. 

Kenyataannya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan  American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan penggunaannya sebagai alat bantu jalan bayi.

Hal ini disebabkan tingginya risiko kecelakaan yang bisa terjadi. Dalam beberapa kasus, kecelakaan akibat penggunaannya, seperti bayi terjatuh hingga mengalami patah tulang bahkan bisa menyebabkan kematian apabila cedera yang dialami cukup parah. 

Si Kecil bisa saja mengalami luka di kepala atau di otak dan luka bakar, terlebih jika orang tua lalai dalam memperhatikan Si Kecil. 

Selain itu, saat anak berada dalam baby walker, posisinya pun akan lebih tinggi. Hal ini bisa  membuat anak lebih mudah bergerak dan menjangkau benda-benda asing atau berbahaya yang ada di depannya, contohnya seperti pisau atau barang pecah belah.

Berikut ini beberapa risiko yang bisa menimpa Si Kecil apabila menggunakan baby walker. 

  • Luka pada bagian kepala dan otak karena terjatuh dari tangga
  • Patah tulang karena terjungkal pada permukaan lantai yang tidak rata
  • Mengalami luka bakar karena Si Kecil bisa menjangkau benda berbahaya seperti setrika atau gelas yang berisi air panas
  • Tenggelam, karena Si Kecil bisa bergerak cepat bahkan masuk ke kolam renang
  • Keracunan, apabila Si Kecil tidak sengaja menelan obat nyamuk atau lotion yang tergeletak di atas meja

Baby walker tak bisa bikin Si Kecil cepat berjalan

Melalui laman resmi Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), menyebutkan apabila penggunaan alat bantu berjalan untuk si kecil tersebut tidak bisa membantu bayi berjalan lebih cepat. Malah sebaliknya, alat bantu berjalan ini membuat anak jadi malas untuk belajar berjalan karena terus berada di zona nyaman. 

Selain itu, penggunaannya juga bisa menguatkan otot yang salah pada anak. Kedua tungkai bawah bayi jadi lebih kuat, tapi tungkai atas (paha), dan pinggul tetap tidak terlatih. Padahal paha dan pinggul juga ikut berperan saat anak belajar berjalan. 

Penggunaan perlengkapan bayi ini juga membuat anak tidak bisa melihat kakinya sehingga mempengaruhi anak saat melatih keseimbangan tubuh. 

Lalu bisakah Si Kecil berjalan dengan cepat tanpa bantuan baby walker? Jawabannya tentu bisa dong. Tanpa bantuan alat, Si Kecil bahkan bisa berjalan lebih cepat. 

Berikut ini beberapa keuntungan yang didapat jika Si Kecil belajar berjalan tanpa bantuan baby walker. 

  • Bayi dengan mudah mampu belajar untuk duduk-bergerak dan duduk-merangkak
  • Bayi mampu berdiri dengan mudah dari posisi berlutut
  • Bayi mampu bergerak bebas di sekitar rumah dengan aman, tanpa khawatir akan terjungkal 
  • Bayi mampu belajar keseimbangan dari jatuh dan kembali berdiri
  • Bayi mampu melihat kakinya saat berjalan belajar, hal ini rupanya cukup penting sebagai proses belajar berjalan
  • Kekuatan otot kaki bayi terlatih karena sering berjalan merambat pada kursi, meja, atau lemari
  • Bayi juga bisa belajar keseimbangan dengan cepat saat terjatuh dan berdiri kembali. 

Dibandingkan menggunakan baby walker, Bermain di lantai justru lebih aman karena bisa meminimalisir bayi terjatuh karena terjungkal.  

Itu dia beberapa bahayanya penggunaan baby walker untuk Si Kecil. Sebagai alternatif, kamu bisa loh menggunakan alat bantu yang lebih aman seperti stationary activity center, yakni mainan dengan dudukan yang bisa berputar. Mainan tersebut cukup aman karena tidak bergerak. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *