5 Panduan Terbaik Cara Packing Pakaian

Cara Terbaik Untuk Packing Koper: 5 Perbedaan Metode.

cara-packing

Pernahkah kamu mencari “cara terbaik untuk packing koper” ? Beberapa menyarankan untuk menggulung baju, beberapa yang lainnya menyarankan untuk melipat baju seperti origami dan menggulungnya, beberapa bahkan menyarankan untuk menggunakan alat seperti kotak packing atau tas kompresi. Perjalanan yang baru saja saya lakukan memberikan saya kesempatan untuk mencoba beberapa cara packing dan menentukan cara mana yang terbaik untuk packing baju ke dalam koper.

Saya menganggap diri saya sebagai orang yang rapi, terorganisir, dan efisien dalam packing, bergantung pada cara mengakali tempat-tepat tertentu agar packing lebih efisien seperti memasukkan kaus kaki ke dalam sepatu dan memakai pakaian tertebal saya untuk naik pesawat. Tapi, dengan banyaknya opini dan artikel tips tentang bagaimana cara melipat baju paling efektif sebelum memasukkannya ke dalam koper, saya tidak pernah yakin untuk sekadar menggulung atau melipat dan beberapa rekomendasi caara lainnya. Cara manakah yang paling efisien untuk menyimpan banyak tempat di koper? Dan manakah yang paling baik agar pakaian saya tidak kusut?

 

Mengukur Efektivitas Tiap Cara Packing

Untuk mengetahui cara terbaik, saya melakukan tes, saya packing pakaian untuk 5 hari untuk saya dan anak saya menggunakan beberapa cara berikut. Lalu, saya menggunakan standar tertentu untuk membandingkan cara mana yang terbaik untuk mendapatkan space kosong ekstra dengan cara mencoba memasukan pakaian tambahan ke dalam koper (saya tidak berusaha menjejalkan-nya). Karena beberapa pakaian untuk perjalanan saya tidak rentan kusut, saya juga menambahkan beberapa pakaian dan celana khaki untuk suami saya di setiap metode yang saya coba untuk mengevaluasi kemungkinan pakaian akan menjadi kusut.

Ini bukan tes resmi, tapi pada akhirnya, saya mendapatkan kesimpulan bahwa setiap metode (atau gaya) punya keuntungan dan kerugiannya sendiri. Jadi maaf ya untuk penggulung, pelipat, dan menggunakan metode buntalan: tidak ada teknik packing yang lebih superior dari yang lainnya.

 

Melipat: Cepat dan Mudah (Tapi tidak efisien untuk mendapatkan area ekstra di koper).

cara-packing-melipat-folding

Saya berani bertaruh sebagian besar orang melipat baju mereka dan menumpuknya dalam koper, seperti suami saya. Pada akhirnya, memang cara inilah cara paling normal dari orang-orang untuk melipat dan mengorganisir baju mereka dalam lemari (atau meninggalkannya dalam kantong laundry.

Tapi, dengan cara ini berarti kamu akan menumpuk beberapa pakaian dalam bentuk persegi atau persegi panjang dengan ukuran yang berbeda-beda sehingga meninggalkan jarak-jarak tidak efisien kecuali kamu menyusunnya dengan berbagai ukuran berbeda yang bisa mengisi jarak-jarak di antara baju tersebut. Ini seperti bermain puzzle dalam packing. Tapi, apabila ukuran pakaianmu memiliki ukuran yang kurang lebih sama, seperti anak saya, atau kalau kamu packing pakaian untuk musim panas, ini tidak terlalu seperti bermain Tetris. Secara umum, memaksimalkan area ekstra berarti menyusun pakaianmu tidak dalam urutan pakaian mana yang akan kamu pakai terlebih dahulu.

Alternatif lainnya, kamu dapat menyusun pakaianmu yang terlibat sesuai dengan jenis pakaiannya (celana danbaju untuk hari terakhir perjalanan di dalam dasar koper, celana dan baju untuk hari kedua sebelum akhir perjalanan di atasnya, dan seterusnya), ini cara saya mengatur pakaian sebelumnya. Cara ini cukup membuang-buang area ekstra di koper tapi jauh lebih rapid an terorganisir.

Untuk percobaan tes pertama, saya melipat baju dan menaruhnya dalam aturan baju mana yang akan saya pakai, menumpuknya di atas satu sama lain. Lalu saya mengisi area ekstra dengan pakaian yang terlipat.

Hasilnya:

  • Area Ekstra: Saya berhasil memasukkan 16 kaus di atas pakaian yang akan saya bawa untuk perjalanan dengan menggunakan metode menumpuk dan melipat pakaian.
  • Kekusutan: Setelah packing, saya menyadari bahwa celana khaki dan baju dress menjadi kusut di tempat lipatan.

Ini bukan metode yang tepat untuk mendapatkan area ekstra, tapi ini cara yang paling kita semua ketahui. Melipat baju jauh lebih masuk akal kalau kamu tipe orang yang melakukan packing ulang di tempat perjalananmu, karena kamu bisa mengambil semua baju di koper dan menyusunnya ulang di lemari tempat menginap.

Alternatif tambahan lain adalah melipat dan menyusunnya secara vertikal. Di rumah saya menggunakan metode ini untuk menumpuk baju di lemari sehingga mereka terlihat seperti file-file yang tersusun rapi dalam lemari dari depan ke belakang. Ketimbang mencari dan memilah baju di susunan horizontal, akan lebih mudah apabila kita bisa melihat baju yang ingin kita pakai. Jadi, saya menggunakan metode ini juga dalam packing.

Hasilnya:

cara-packing-melipat-folding-2

  • Area Ekstra: Saya berhasil memasukkan 22 kaus tambahan dan mungkin bisa memasukkan lebih banyak. Menumpuk baju dengan cara seperti ini memudahkan kita untuk menambah kaus ekstra dan juga memungkinkan kita menggunakan area tambahan di samping-samping koper.
  • Kekusutan: Karena semua pakaian dilipat dengan cara yang sama, saya tidak menyadari adanya perbedaan kekusutan yang berarti dibandingkan dengan cara yang saya gunakan sebelumnya.

 

Membuntal: Cara Terbaik Untuk Pakaian yang Gampang Kusut

cara-packing-bundling

Membuntal pakaian merupakan cara tercerdas untuk menyusun pakaianmu di koper. Kamu cukup menumpuk pakaian secara strategis dan membuntalnya kedalam satu buntalan yang tidak mudah kusut dan berbentuk seperti paket origami. Ide besarnya adalah menempatkan pakaianmu yang paling gampang kusut di bagian terluar dari buntalan dan menutupkannya di pakaian-pakaian lain yang tidak masalah apabila kusut (pakaian dalam atau kaos kaki, contohnya), bajumu yang lain akan tidak lebih kusut dan kamu juga bisa memiliki area ekstra yang lebih banyak.

Secara teori, cara ini terdengar sangat bagus, tapi hal ini tidak masuk akal dalam beberapa skenario perjalanan. Saya cuma punya beberapa kaus dan celana pendek untuk perjalanan ini, begitu juga anak dan suami saya, jadi, kami tidak dapat memanfaatkan baju lengan panjang atau celana untuk membungkus pakaian kami yang lain dalam buntalan. Packing ini juga membuat frustasi apabila kamu membuntal semua pakaianmu menjadi satu ketika kamu membutuhkan satu pakaian khusus yang berada di tengah-tengah buntalan.

Jadi, membuntal pakaian adalah cara terbaik untuk mengatur pakaian yang punya kecenderungan untuk kusut.

Hasilnya:

  • Area Ekstra: 18 kaus tambahan. Buntalan pakaian sebenarnya terlihat jauh lebih banyak memakan tempat dibandingkan pakaian yang dilipat dan disusun secara biasa. Kesuksesanmu dengan cara ini bergantung pada caramu melipat pakaian dan membuntalnya jadi satu. Sepertinya saya masih perlu banyak latihan.
  • Kekusutan: Dress yang dipacking dengan cara buntalan paling tidak kusut dibandingkan cara lainnya.

 

Menggulung: Cara Terbaik Untuk Mengoptimalkan Area Ekstra, Tapi Tetap Tidak Mengurangi Kekusutan di Pakaian.

cara-packing-rolling

Ketika saya mencoba menggulung pakaian saya, sudah jelas dari awal bahwa akan lebih banyak area ekstra dibandingkan melipat secara biasa.

Meskipun saya tidak menguasai cara menggulung pakaian ala militer, menggulung jelas membuat pakaian jauh lebih padat, dibandingkan dengan cara melipat biasa.

Permasalahannya adalah kamu bisa menyusun gulungan gulungan dari baju dan celanamu agar semuanya muat dalam koper, tapi memilih pakaian yang ingin kamu pakai sebenarnya jauh lebih sulit dengan cara ini. Lalu, banyak orang yang bilang bahwa menggulung pakaian akan mengurangi kekusutannya, tapi pada kenyataannya gulungan baju saya malah lebih kusut dengan cara ini, mungkin karena saya belum terlalu pandai menggulung baju seperti professional. Saya yakin sepertinya saya malah membuat pakaian saya lebih kusut dengan cara seperti ini dibandingkan dengan melipat.

Hasilnya:

cara-packing-rolling-kaos

  • Area Ekstra: Angka yang cukup fantastis karena saya bisa menambahkan 31 kaus tambahan (bahkan saya harus pinjam baju tambahan dari suami saya untuk menambahkan baju di area yang tersisa). Karena bentuknya yang kecil, saya bisa lebih banyak memasukkan baju dengan cara ini.
  • Kekusutan: Sepertinya saya memang kurang jago dalam menggulung pakaian, tapi sejujurnya memang pakaian akan lebih mudah kusut apabila digulung dibandingkan dilipat (lihat foto di atas) dan saya merasa aneh harus menggulung baju dress saya.

 

Metode Kompresi: Paling Cocok Untuk Pakaian Tebal

cara-packing-compressing

Kamu pernah dengar tas yang dapat menghisap udara dan membuatmu mampu menampung lebih banyak pakaian dalam tas tersebut? Saya sudah pernah mencobanya. Secara spesifik, saya mencoba tas kompresi seperti ini. Kamu cukup menaruh pakaianmu dalam tas tersebut dan menggulungnya untuk mengeluarkan udara di dalamnya, tidak butuh vacuum cleaner.

Pada kenyataannya, saya mengalami kesulitan menggulung tas kompresi yang seperti ziplock ini untuk meratakan dan mengempeskan pakaian saya. Saya rasa kamu cuma bisa memasukkan beberapa pakaian dalam satu waktu jadi kamu harus membeli banyak tas kompresi seperti ini.

Tetapi, dengan barang-barang atau pakaian yang tebal seperti selimut atau coat kamu pasti tetap memakan banyak tempat apabila barang tersebut dilipat atau digulung, jadi tas kompresi ini sangat cocok untuk barang-barang tersebut.

Selain itu, tas ini juga sangat fungsional dalam perjalanan untuk dijadikan tempat pakaian kotor, kita cukup memasukkan pakaian kotor ke dalam tas ini dan ini akan menyimpan banyak tempat di koper untuk oleh-oleh.

Hasilnya:

cara-packing-compressing-plastik-wrap

  • Area Ekstra: 16 kaus tambahan. Saya tidak melihat banyak perbedaan dengan cara melipat, mungkin karena saya tidak punya terlalu banyak barang yang tebal untuk dimasukkan ke dalam tas kompresi ini dan hanya bisa menggunakan tas kompresi untuk beberapa pakaian di setiap tasnya.
  • Kekusutan: Saya mencoba sekuat tenaga untuk menjejalkan pakaian ke dalam tas kompresi ini, tapi tidak ada kekusutan tambahan yang berarti.

 

Kotak Packing: Sangat Baik Apabila Dikombinasikan Dengan Metode Lain.

cara-packing-organizer

Akhirnya saya bisa mencoba kotak packing. Banyak orang menyukai kotak packing, tapi saya belum paham sepenuhnya akan kecintaan mereka sampai pada akhirnya saya menyadari kehebatan aksesoris travel satu ini.

Kotak packing tidak akan memberikan area tambahan dalam kopermu, malahan, kotak ini akan menambah pemakaian area dalam koper. Beberapa orang mengatakan memasukkan pakaian dalam kotak ini akan menghindarkan kekusutan pada pakaian karena pakaian tidak akan bergerak terlalu banyak dalam kotak tapi saya masih tidak mengerti logika dibalik pemikiran ini.

Kotak packing sangat hebat untuk banyak hal, tapi yang paling penting adalah kotak ini bisa membuat pakaianmu lebih terorganisir dan rapi.

Menggulung pakaian adalah cara terbaik untuk mendapatkan area tambahan di koper, tapi pakaian jadi tidak tertata dengan rapi menggunakan cara ini. Melipat pakaian adalah hal yang paling normal dan masuk akal, tapi sayangnya melipat pakaian tidak terlalu efisien dalam masalah area tambahan di koper. Membuntal pakaian juga bekerja dengan baik, tapi sayangnya sangat susah untuk mencari pakaian yang sedang ingin kita pakai saat itu.

Kotak packing memecahkan kedua masalah tersebut. Apakah kamu ingin memasukkan sebanyak mungkin barang dalam kopermu ataupun membuntal pakaianmu agar tidak terlalu kusut, kotak packing memungkinkanmu untuk memilih cara yang ingin kamu pakai dan juga caramu mengatur pakaian. Kotak ini akan membantumu untuk berpikir dengan baik apapun cara yang kamu pilih.

 

Cara Packing Terbaik: Semua Cara di Atas?

Pada akhirnya, cara terbaik untuk packing bisa jadi dengan cara mengkombinasikan semua cara di atas: gunakan cara membuntal pakaian untuk membuat bajumu tetap rapi, gulung semua yang kamu bisa untuk mengisi bagian kosong, dan gunakan tas kompresi untuk memadatkan barang-barang yang tebal. Gunakan juga kotak packing untuk mengatur barang-barang lainmu dengan lebih rapi, dan dengan kombinasi ini kamu akan punya koper yang tertata dengan rapi dan sempurna tidak peduli pakaian seperti apa yang akan kamu bawa.

“Saya” di artikel ini mengacu pada narasumber: Melanie Pinola